BOGOR, CEKLISSATU.COM - Sukses merilis single yang berjudul Kalam Menikam, Band metal asal Bogor, Kraken, resmi merilis album penuh kedua mereka dengan judul album Kaliyuga pada 24 Maret 2026.

Salah satu personil Kraken, Hilman Septian mengatakan pada album ini menghadirkan narasi tentang kebangkitan, kemarahan, hingga perlawanan terhadap berbagai bentuk penindasan di tengah realitas zaman yang semakin kompleks.

"Album Kaliyuga dibuka dengan lagu 'Awakening', yang memperkenalkan karakter musik Kraken yang tegas, agresif, dan sarat distorsi. Dari titik ini, pendengar dibawa memasuki fase kesadaran yang kemudian berkembang menuju konflik batin dan realitas sosial yang semakin brutal melalui lagu “Fatamorgana”," tutur Hilman dalam keterangannya kepada Ceklissatu.com, pada Sabtu (28/3/2026). 

Baca Juga: Beatrice Gobang dan Tembang Puitis Indonesia di Jantung New York

Menurut Hilman, Judul Kaliyuga merefleksikan kondisi zaman yang ditandai oleh kemunduran etika dan moral. Sementara itu, Kalam Menikam menggambarkan semangat bertahan dan bangkit di tengah keterpurukan serta tekanan yang terus menghantam.

"Kritik terhadap kekuasaan dan manipulasi disampaikan melalui “Manipocalypse” dan “Retorika Tirani”, yang menyoroti rusaknya moral penguasa, penggunaan kata-kata sebagai alat intimidasi, serta praktik manipulatif yang menindas. 

Intensitas album semakin meningkat lewat “Parade Genosida”, yang menggambarkan kekerasan sistematis, propaganda, dan dominasi kekuasaan," ujarnya. 

Baca Juga: BuitenJazz Hidupkan Kembali Musik Legend Jazz di Kota Bogor

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa di sisi reflektif, Labirin menghadirkan tema pencarian makna dan usaha keluar dari lingkaran kesesatan, sementara Paradigma mengangkat isu kerakusan manusia dalam mengejar simpati dan kekuasaan. 

Album ini ditutup dengan Belati Neraka, sebuah klimaks gelap yang menegaskan luapan amarah, luka, serta konsekuensi dari dunia yang kehilangan nurani.