BOGOR, CEKLISSATU - Bercak hitam pada dinding yang lembab adalah tanda keberadaan black mold atau jamur hitam, yang dalam istilah ilmiah dikenal sebagai Stachybotrys chartarum. Jamur ini bukan sekadar pemandangan yang mengganggu estetika rumah. Ia adalah mikroorganisme yang dapat tumbuh subur di lingkungan hangat, lembap, dan minim sirkulasi udara seperti kondisi yang sering ditemui di kamar tidur, toilet, dapur, hingga ruang bawah tanah yang jarang terkena sinar matahari.
Lebih dari sekadar bau apek yang tidak sedap, keberadaan black mold di dalam rumah telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari reaksi alergi ringan hingga gangguan pernapasan kronis. Bercak hitam pada dinding tidak muncul begitu saja. Keberadaannya selalu diawali oleh satu masalah utama yaitu kelembapan. Jamur, termasuk black mold, membutuhkan tiga kondisi utama untuk tumbuh dan berkembang: kelembapan tinggi (di atas 60-70 persen), sumber makanan (bahan organik seperti kayu, kertas, atau plafon gypsum), dan suhu hangat antara 4°C hingga 38°C.
Beberapa sumber kelembapan yang paling umum menjadi penyebab dinding lembab dan munculnya bercak hitam antara lain :
Kebocoran atap atau pipa air yang berasal dari air hujan yang merembes melalui genteng retak atau pipa bocor di dalam dinding akan menciptakan kelembapan yang menjadi sarang ideal bagi jamur.
Ventilasi yang buruk seperti kamar mandi dan dapur yang tidak memiliki sirkulasi udara yang baik akan memerangkap uap air. Kondensasi dari aktivitas mandi atau memasak akan menempel pada dinding dan memicu pertumbuhan jamur.