BOGOR, CEKLISSATU.COM - Istana Gitar bukan sekadar tempat servis alat musik, tetapi juga ruang yang menghidupkan kembali kenangan para pemilik gitar.
Selama lebih dari 13 tahun beroperasi di Kota Bogor, Istana Gitar telah menangani ribuan gitar dengan berbagai tingkat kerusakan, termasuk alat musik yang memiliki nilai sejarah dan sentimental bagi pemiliknya.
Kini, Istana Gitar yang berlokasi di Yasmin Bogor itu menjadi salah satu rujukan utama pecinta musik di Jabodetabek.
Baca Juga: Grup Band Kraken Salurkan Energi Besar Melalui Karya Musik
Salah satu pengelola Istana Gitar, Wahid Supriyadie mengatakan, bahwa usaha milik kakaknya itu melayani berbagai jenis perbaikan gitar, mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan berat.
Namun, pihaknya tetap mempertimbangkan aspek ekonomis sebelum menerima pengerjaan.
"Kalau misalnya rusaknya parah dan biaya servisnya lebih besar daripada nilai gitarnya, biasanya kami sarankan pelanggan untuk membeli gitar baru. Bukan karena kami tidak mau mengerjakan, tetapi kami kasihan kepada pelanggan. Namun kalau gitar itu memiliki nilai sejarah atau sentimental bagi pemiliknya, tetap kami kerjakan meskipun kondisinya sangat parah," ujar Wahid kepada ceklissatu.com.
Baca Juga: Tak Hanya Dikenal di Dalam Negeri, Sejumlah Artis Indonesia Berhasil Menembus Pasar Internasional
Saat ini, Istana Gitar dikelola oleh lima orang yang aktif, termasuk tim yang menangani penjualan secara daring.
Selain jasa servis, juga menyediakan berbagai suku cadang (sparepart) dan layanan peningkatan kualitas (upgrade) gitar.
Berbagai jenis pekerjaan yang dapat dilakukan antara lain penggantian fret, tuner, pemasangan equalizer, perbaikan bagian gitar yang patah, hingga penyetelan kenyamanan bermain gitar.
Menurut Wahid, biaya servis sangat bervariasi tergantung jenis pekerjaan dan tingkat kerusakan.
"Servis ringan seperti mengganti sparepart tertentu bisa mulai dari Rp10 ribuan. Kalau pemasangan equalizer, tergantung jenisnya, ada yang mulai sekitar Rp55 ribu sampai Rp350 ribu berikut pemasangan," katanya.
Pelanggan Istana Gitar tidak hanya berasal dari wilayah sekitar. Wahid mengungkapkan bahwa banyak pelanggan datang dari Jakarta, Depok, dan berbagai daerah lainnya.
Untuk waktu pengerjaan, kata dia, servis ringan umumnya dapat ditunggu oleh pelanggan, sementara perbaikan yang lebih kompleks membutuhkan waktu lebih lama, tergantung tingkat kerusakannya.
Baca Juga: Dari Lenong hingga Musik, Lebaran Depok 2026 Suguhkan Hiburan Spektakuler
Menurut Wahid, keluhan yang paling sering ditemui pada gitar akustik adalah senar yang terasa terlalu tinggi sehingga kurang nyaman dimainkan.
Penanganannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena harus menyesuaikan kondisi fret dan konstruksi gitar.
Wahid menuturkan bahwa keterampilannya dalam bidang servis gitar berawal dari hobi bermusik yang berkembang menjadi usaha.
Baca Juga: BuitenJazz Hidupkan Kembali Musik Legend Jazz di Kota Bogor
Bersama keluarganya, ia mulai menekuni bisnis alat musik sejak 2013 melalui penjualan secara online sebelum membuka layanan secara fisik pada 2014 di wilayah Bogor.
"Awalnya karena hobi musik. Kami belajar dari pelaku industri dan pemilik toko alat musik yang lebih dulu berpengalaman. Dari situ kami terus belajar hingga akhirnya membuka usaha sendiri," katanya.