CHINA, CEKLISSATU - Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam yang menewaskan setidaknya 125 orang (semula 127) viral di China. Ini bermula dari tayangan berita yang ditayangkan stasiun televisi China berbahasa Inggris CGTN serta CCTV.
"Tragedi itu terjadi setelah pertandingan sepak bola antara Arema Malang melawan Persebaya Surabaya," kata penyiar berita di program CGTN, The World Today, Minggu 2 Oktober 2022 pagi.
Saluran berita terpopuler China, CCTV 13, juga mengangkat laporan utama tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan.
"Polisi setempat sedang melakukan investigasi atas peristiwa tersebut," kata pembawa berita.
Tayangan mengenai kerusuhan itu juga ditampilkan platform berbagi video singkat, Kuai Shou, menunjukkan peristiwa maut di Kanjuruhan.
Video-video tersebut juga di-posting beberapa media lokal berbahasa Mandarin, seperti Tianmu Xinwen, Hongxing Xinwen, Xibeiwang Kantai, dan Shichuan Guangcha.
Baca Juga : Tragedi Kanjuruhan Malang Jadi Sorotan Dunia
"Yinni tiyuchang baoli shijian" yang berarti "Tragedi Kerusuhan di Stadion Indonesia", tertulis di video Tianmu Xinwen yang diunggah beberapa pengguna akun Kuai Shou.
Media tersebut juga mengutip pernyataan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta.
Hanya dalam hitungan beberapa jam setelah diunggah di Kuai Shou, video-video Stadion Kanjuruhan langsung viral di China.
Selain viral di China, kerusuhan tersebut juga menjadi perhatian media internasional. Di antaranya kantor berita Inggris Reuters, kantor berita Amerika Serikat (AS) Associated Press (AP), dan surat kabar AS, The New York Times.