JAKARTA,CEKLISSATU - Iran telah menghentikan sementara penerbangan ke Azerbaijan dan Armenia usai serangan militer Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh, menurut laporan media setempat.
Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) Iran memutuskan untuk menunda penerbangan.
"Untuk waktu singkat", kata kepala CAA, Mohammad Mohammadi Bakhsh kepada Kantor Berita Buruh Iran (ILNA).
Penerbangan akan dilanjutkan jika situasinya kembali normal, katanya.
Sebelumnya, pada Selasa usai provokasi pasukan Armenia di Karabakh, Azerbaijan mengatakan pihaknya telah meluncurkan aksi "kontraterorisme" di wilayah tersebut untuk mempertahankan kesepakatan damai trilateral 2020 dengan Rusia dan Armenia.
Pada hari Kamis 21 September 2023 diumumkan gencatan senjata, namun setelah Iran mengatakan telah menangguhkan penerbangan.
Hubungan antara Azerbaijan dan Armenia memanas sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, wilayah yang diakui dunia sebagai bagian dari Azerbaijan beserta tujuh wilayah yang berdekatan lainnya.
Pada 2020 Azerbaijan membebaskan sejumlah kota, desa dan permukiman dari pendudukan Armenia dalam 44 hari bentrokan.
Perang berakhir pada November berkat gencatan senjata yang ditengahi Rusia.
Akan tetapi, ketegangan antar kedua negara masih berlanjut meski sedang berlangsung pembicaraan yang bertujuan untuk mencapai kata damai.