BOGOR, CEKLISSATU -Kepolisian sektor Leuwiliang, Polres Bogor mengamankan dua orang tersangka mengaku wartawan, yang memeras paguyuban RT RW di wilayah Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Keduanya ditangkap di sebuah rumah makan usai transaksi uang senilai Rp 10 juta sebagai pembayaran awal ke pelaku dengan total permintaannya sebesar Rp 50 juta.
"Sebenarnya awal kejadian ini sudah dua bulan lalu, ketika ada dua orang yang mengaku wartawan meminta keterangan ke desa kalau ada warganya yang melaporkan pungutan liar pada bantuan sosial," kata Kepala Desa Sibanteng Didin Hafiduddin ketika ditemui wartawan, Jumat 13 Januari 2023.
Didin menjelaskan, pihaknya langsung meminta RT dan RW mengumpulkan warga terkait informasi yang beredar dilapangan. Tapi ketika dicek ternyata tidak ada pungutan ke warga penerima bantuan.
Baca Juga : WNI yang Selundupkan Senpi di Filipina Segera Disidang
"Dua oknum wartawan ini sempat mengancam akan memberitakan bahwa ada pungutan tapi mereka tidak memberikan bukti, setelah di cek informasi tersebut tidak ada," jelasnya.
Bahkan paguyuban RT RW sempat dimintai sejumlah uang sebagai jaminan supaya tidak diberitakan dan sempat dilakukan pertemuan dengan oknum wartawan di rumah makan.
"Saat pertemuan terjadi tawar menawar yang totalnya meminta uang Rp 50 juta, karena mereka sudah membayar pengacara sebesar Rp 32 juta, jadi dilokasi RT RW memberikan Rp 10 sebagai tahap awal dan sisanya bakal dibayarkan tiga hari kemudian," kata dia.
Namun, pemberian itu sebagai bukti karena pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian karena termasuk pemerasan tanpa ada bukti yang jelas.
"Saat penangkapan ada barang bukti uang senilai Rp 10 juta yang diberikan ke dua oknum wartawan juga hasil patungan paguyuban RT RW," tegasnya.
Sementara Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Suprianto membenarkan penangkapan dua oknum wartawan yang melakukan pemerasan terhadap RT RW di wilayah Desa Sibanteng.
"Dua pelaku inisial AY dan Z sudah kami amankan dan sedang dilakukan pemeriksaan di Polsek Leuwiliang,"tegasnya.