BOGOR, CEKLISSATU – PT Star Energy Geothermal Salak (SEGS) kembali melakukan aktivitas pengeboran panas bumi di wilayah Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Pengeboran yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat ini akan mencakup sembilan titik baru untuk menjaga stabilitas produksi listrik berbasis energi panas bumi.
Humas PT SEGS, H. Asrul, menjelaskan bahwa pembukaan sumur baru diperlukan ketika tekanan dalam area pengeboran mulai menurun. Sumur tambahan tersebut berfungsi menjaga keseimbangan reservoir dan memaksimalkan produksi energi dari sumber uap panas bumi. Selain itu, pergeseran lokasi uap menjadi salah satu alasan perlunya pengeboran baru.
“Penambahan sumur ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama bertujuan menjaga kapasitas pasokan uap sebesar 377 MW, dan tahap kedua akan mendukung rencana peningkatan produksi pembangkit listrik di masa depan,” kata Asrul, Minggu (12/1/2025).
Baca Juga: Pembukaan 20 Juta Hektar Lahan Hutan, Ini Penjelasan Wakil Ketua MPR RI Eddy Suparno
Ia menegaskan, kegiatan pengeboran tetap berada dalam wilayah izin produksi yang dikelola PT SEGS di Desa Purwabakti. Sebagai langkah awal, sosialisasi kepada masyarakat setempat akan digelar guna memastikan proses pengeboran berjalan lancar tanpa kendala.
“Mengenai mobilisasi alat berat, kami memilih jalur masuk melalui Sukabumi karena jaraknya lebih dekat dibandingkan akses dari wilayah lainnya,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Purwabakti meminta perhatian khusus terkait peningkatan nilai bonus produksi yang diterima desa. Menurutnya, jumlah sumur produksi yang ada di wilayah tersebut seharusnya sebanding dengan besaran kontribusi yang diberikan kepada pemerintah daerah.
“Saya berharap PT SEGS dapat mendorong Pemkab Bogor untuk mempertimbangkan penyesuaian nilai bonus produksi agar lebih proporsional dengan jumlah sumur yang berada di desa kami,” ujarnya.
(Febrian Batara Aditya Rahman)