BOGOR, CEKLISSATU – Hari pertama pelaksanaan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kota Bogor pada Jumat (10/4/2026) mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto. Ia menilai kebijakan tersebut berjalan efektif, terutama dalam hal pengawasan dan pemanfaatan teknologi.
Menurut Bima Arya, Pemerintah Kota Bogor telah menerapkan sistem pengawasan yang terstruktur dan disiplin melalui aplikasi e-kinerja. Sistem ini memungkinkan ASN tetap bekerja dari rumah dengan pemantauan yang jelas dan terukur.
“Pelaksanaan WFH di Kota Bogor sangat baik, karena mekanisme pengawasannya sudah berjalan melalui aplikasi e-kinerja,” ujarnya.
Baca Juga: WFH ASN Hari Pertama di Jakarta, Sudirman hingga Asia Afrika Bebas Macet
Dalam penerapannya, ASN diwajibkan melakukan absensi berbasis titik koordinat yang harus sesuai dengan lokasi rumah. Jika terdeteksi berpindah lokasi, ASN akan dianggap tidak hadir. Pengawasan dilakukan tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan sore.
Tak hanya itu, pimpinan seperti wali kota dan kepala dinas juga dapat melakukan pemantauan sewaktu-waktu, termasuk melalui panggilan video. Bahkan, uji acak dilakukan untuk memastikan ASN benar-benar menjalankan tugas dari rumah.