Namun, lanjut dia, perayaan tahun ini memiliki kekhasan tersendiri karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Tidak hanya menonjolkan kolaborasi, tetapi juga memperlihatkan kuatnya nilai toleransi antarumat beragama.


“Tahun ini agak berbeda. Tidak saja kolaborasinya, tetapi juga toleransinya karena bertepatan di bulan Ramadan,” ucapnya.


Ia mengapresiasi langkah panitia yang dinilai mampu menyesuaikan rangkaian acara dengan suasana Ramadan secara elegan, mulai dari penyelenggaraan bazar Ramadan hingga penyesuaian waktu acara setelah salat tarawih.


“Teman-teman panitia CGM ini menyesuaikan dengan sangat cantik dan elegan. Ada bazar Ramadan, kemudian waktunya pun disesuaikan setelah salat tarawih. Tadi kami sama-sama menunaikan salat tarawih terlebih dahulu, kemudian nanti juga ada nuansa Islami yang mengiringi pawai yang akan dilepas,” jelasnya.

Baca Juga: Hotel Borobudur Jakarta Gelar Perayaan Cap Go Meh 2026


Bima Arya menilai, perpaduan antara tradisi Cap Go Meh dan nuansa Ramadan menjadi ciri khas Kota Bogor pada perayaan tahun ini. Ia menegaskan, di tengah berbagai tantangan global dan potensi perpecahan, bangsa Indonesia membutuhkan lebih banyak momentum kebersamaan.


“Saat ini bangsa ini harus lebih banyak lagi momen-momen kebersamaan. Tantangannya berat, di mana-mana perang, potensi berbeda pendapat besar, konflik di sana-sini. Kalau kita berangkat hanya dari perbedaan, tidak akan ada ujungnya. Kita harus memperkuat kebersamaan, dan kebersamaan itulah yang malam ini kita jahit bersama-sama,” tuturnya.


Ia juga mengaku bangga melihat tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat Kota Bogor serta kolaborasi lintas unsur yang terbangun dalam penyelenggaraan acara tersebut.


“Saya bangga sekali melihat tradisi yang dijaga oleh Kota Bogor dan senang melihat kolaborasi semua unsur yang terlibat. Ini memang ciri khas Kota Bogor,” pungkasnya.