BOGOR, CEKLISSATU.COM – Pasca ambruknya gedung berisi lima ruang kelas di SMKN 1 Gunung Putri, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, jumlah korban kini terdata sebanyak 41 orang, lima siswa di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMKN 1 Gunung Putri, Nani Yulianti menyampaikan, bahwa sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis.
“Ada 41 orang, terus 5 orang saat ini masih di rumah sakit, sebagiannya sudah pulang,” terang Nani kepada Ceklissatu.com, Selasa (4/11/2025).
Ia juga memastikan bahwa sejauh ini tidak ditemukan siswa yang mengalami trauma berat akibat kejadian atap ambruk itu.
“Tadi sudah saya tanyakan apakah ada trauma atau yang lainnya dan tidak, karena memang laki-laki semua,” jelas Nani.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, Farabi El Fouz A. Rafiq, memastikan bahwa pemerintah akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi para korban, termasuk pemeriksaan lanjutan jika dibutuhkan.
Baca Juga: Tinjau SMKN 1 Gunung Putri, Bupati Bogor Rudy Susmanto Siapkan Langkah Teknis dan Trauma Healing
“Misalnya pasca kejadian masih ada rasa pusing atau keluhan apapun masih tetap dibuka ataupun diterima dengan nol rupiah pembiayaannya, gratis oleh dari pemerintahan,” kata Farabi.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya bersama pemerintah siap memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa jika diperlukan.
“Lalu kami juga siap melakukan pendampingan dan pengawasan di bidang psikologis juga apabila ada yang sampai trauma dan lain sebagainta, Itu juga akan dilakukan pendampingan oleh ahlinya, dan mudah-mudahan sih tidak ada,” jelasnya.