BOGOR, CEKLISSATU - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, meninjau progres pembangunan Jalan Baru Batutulis dan kawasan Taman Leuweung Batutulis, Kota Bogor, Kamis (9/7/2026). Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait aktivitas pengangkutan tanah dari proyek tersebut.
Jenal mengatakan, laporan masyarakat menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor untuk memastikan pelaksanaan proyek tetap berjalan sesuai prosedur dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.
"Pertama, menindaklanjuti laporan masyarakat terkait memang sisa tanah hasil angkutan dari proyek menuju lokasi pembuangan," ujar Jenal kepada wartawan di lokasi.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa pihak kontraktor telah melaksanakan pembersihan jalan secara rutin sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Baca Juga: Tinjau Langsung Rumah Ambruk di Nanggung, Anggota DPRD Bogor Janji Kawal Bantuan untuk Warga
"Secara SOP ternyata memang itu dibersihkan setiap hari, namun sore hari. Karena kalau setiap kali truk keluar langsung dibersihkan, pertama akan menyebabkan kemacetan, kedua bisa menimbulkan genangan air. Karena itu dibersihkan setiap hari oleh petugas yang ditunjuk kontraktor, diawasi camat dan lurah. Setiap sore kendaraan dibersihkan menggunakan alat steam. Ini menjadi perhatian khusus agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat," jelasnya.
Selain persoalan kebersihan, Jenal juga menyoroti belum adanya progres perbaikan turap yang menjadi kewenangan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Ia mengaku khawatir pembangunan jalan selesai lebih dahulu, sementara kondisi turap yang berada di bawah trase jalan baru belum diperbaiki.
"Kedua, seperti yang saya ragukan sejak awal, kita khawatir trase selesai tetapi turap di bawah yang menjadi kewenangan PT KAI belum ter-progress. Karena itu saya datang langsung ke sini. Sampai hari ini informasinya masih tahap DED. Saya mewakili masyarakat berharap ketika proyek jalan selesai, pekerjaan PT KAI juga harus selesai," tegasnya.
Menurut Jenal, kondisi turap saat ini sudah menunjukkan tanda-tanda rembesan yang berpotensi membahayakan apabila tidak segera ditangani.
"Kalau tidak berjalan simultan, percuma jalan ini selesai. Hari ini saja pasangan turap yang menjadi kewenangan PT KAI sudah terlihat rembesannya dan kondisinya cukup mengkhawatirkan. Jangan sampai proyek bernilai besar ini justru menimbulkan bencana di kemudian hari," terangnya
"Karena itu, Lanjutnya, saya terus mendorong, termasuk saat bertemu DPR RI, Dirjen Perkeretaapian, PT KAI, dan Kementerian Perhubungan. Sudah dua tahun masyarakat menunggu. Kami berharap PT KAI segera bergerak cepat melakukan perbaikan turap tersebut," katanya.
Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan keterlambatan perbaikan turap, Jenal mengaku masih optimistis kedua pekerjaan dapat berjalan bersamaan.
Baca Juga: Tinjau Langsung Rumah Ambruk di Nanggung, Anggota DPRD Bogor Janji Kawal Bantuan untuk Warga
"Informasinya, hasil rapat bersama PT KAI di PUPR Kota Bogor, sekitar satu minggu lagi DED selesai. Kami berharap setelah itu pekerjaan bisa langsung berjalan. Target pembangunan jalan ini Oktober selesai," jelasnya
Jenal berharap perbaikan turap dapat dilaksanakan dengan waktu sekitar empat bulan.
"Mudah-mudahan perbaikan turap juga bisa dilakukan dalam waktu sekitar empat bulan. Setelah DED selesai, kami akan meminta ekspos khusus kepada Pemerintah Kota Bogor di Balai Kota karena ini persoalan yang sangat serius," ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan Jalan Baru Batutulis memiliki peran penting karena akan menjadi akses menuju salah satu lokasi pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang digelar di Kota Bogor.
"Akses ini sangat penting karena Hotel Green Forest menjadi salah satu venue Porprov. Sekitar 28 ribu atlet dari seluruh Jawa Barat akan datang ke Bogor. Jalan ini menjadi wajah Kota Bogor sebagai tuan rumah. Kami berharap semua pekerjaan selesai tepat waktu, aman, dan tidak ada kendala lagi," katanya.
Selain itu, Jenal juga meminta perhatian terhadap sistem drainase di sekitar proyek. Menurutnya, saluran drainase eksisting perlu disesuaikan dengan peningkatan debit air dari trase jalan baru agar tidak menimbulkan genangan maupun banjir.
"Drainase existing perlu diperhatikan karena ada penyempitan saluran. Tadi kami berdiskusi dengan pihak dinas provinsi dan diputuskan aliran air akan dibagi menjadi dua jalur. Satu mengalir lurus melewati bawah rel kereta api, dan satu lagi dialihkan ke sisi kanan melalui bawah turap atau underpass PT KAI. Mudah-mudahan tidak ada kendala," jelasnya.
Terkait progres pembangunan Jalan Baru Batutulis, Jenal menyebut pekerjaan telah mencapai sekitar 22 persen dan dinilai masih berada di atas target.
"Informasinya progres sudah 22 persen dan itu positif. Faktor cuaca memang cukup memengaruhi pekerjaan. Sekarang alat berat sudah ditambah menjadi tiga unit, begitu juga truk pengangkut tanah. Target sesuai RAB memang November, tetapi mudah-mudahan akhir Oktober sudah selesai. Kita berharap semuanya berjalan lancar," bebernya.