BOGOR, CEKLISSATU.COM – Wali Kota Bogor, Dedie Rachim meninjau langsung proyek pembangunan Gene Bank Indonesia di RS Marzuki Mahdi, Jalan Semeru, Senin (23/2/2026).
Dedie mengatakan, proyek pembangunan Gene Bank Indonesia itu ditargetkan akan mulai beroperasi di 2027 mendatang.
Dedie menambahkan, bahwa pembangunan Gene Bank Indonesia itu merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang digagas oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Balai Besar Binomika.
Baca Juga: Wujudkan Layanan Kesehatan Inklusif, Kemenkes Bangun Rumah Sakit Ramah Disabilitas dan Tahan Gempa
Dedie menjelaskan, ke depan kawasan RS Marzuki Mahdi akan menjadi satu kompleks layanan kesehatan terpadu. Selain sebagai pusat kesehatan jiwa nasional, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan Rumah Sakit Pendidikan IPB University.
“Ini adalah proyek strategis nasional, dan tahun depan akan dilanjutkan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan IPB University. Jadi satu kompleks layanan kesehatan terpadu,” jelas Dedie.
Sementara itu, Direktur RS Marzuki Mahdi, Nova Riyanti Yusuf menjelaskan, bahwa perencanaan pembangunan Gene Bank Indonesia telah dibahas sejak 2024, dan merupakan bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional.
Baca Juga: Kota Bogor Jadi Pilot Project Sistem Kesehatan Perkotaan
“Ini proyek yang sangat penting dan membutuhkan anggaran serta perencanaan yang tidak sebentar. RS Marzuki Mahdi menjadi lokus pembangunan Gene Bank, sekaligus berperan sebagai hub penelitian dan layanan genomik, khususnya untuk kesehatan jiwa,” jelasnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Balai Besar Binomika Kemenkes, Indri Rooslamiati, menambahkan bahwa pembangunan Gene Bank merupakan program nasional yang berdiri di atas lahan seluas 25 hektare.
“Pembangunan Gene Bank merupakan program nasional dengan luas lahan 65 hektare. Nanti akan ada bangunan tujuh lantai yang di dalamnya terdapat repositori, penyimpanan spesimen, dan beberapa laboratorium, khususnya untuk genomik,” terang Indri.
Baca Juga: Jelang Pemilu, RSMM Bogor Sediakan Layanan Healing Bagi Caleg yang Alami Gangguan Kejiwaan
Selain itu, menanggapi keluhan masyarakat, Indri menyebut pihaknya terus berupaya meminimalkan dampak pembangunan.
Pihaknya terus berusaha melakukan pembersihan setiap malam dan bekerja sama dengan Damkar untuk membersihkan jalan serta mengatur lalu lintas kendaraan yang keluar, masuk di kawasan tersebut.
“Kami telah memberlakukan pembatasan jam kerja pada pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Namun, untuk pekerjaan yang bersifat mendesak seperti pengecoran, aktivitas tetap harus dilanjutkan. Kami mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat pekerjaan yang bersifat mendesak,” pungkasnya.