“Fogging bukan solusi utama. Yang paling penting adalah peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Gerakan 3M adalah kunci utama mencegah penularan,” jelasnya.

Baca Juga: Tiga Kasus DBD Tercatat di Leuwiliang, Puskesmas Gerak Cepat Lakukan Fogging di Sejumlah Titik

Pihak Puskesmas juga mengapresiasi langkah sigap pemerintah desa yang langsung melaporkan temuan kasus ke petugas kesehatan, sehingga intervensi bisa dilakukan lebih awal. 

Selain fogging, tenaga kesehatan dari Puskesmas dijadwalkan akan melakukan kunjungan rumah untuk memberikan edukasi kepada keluarga pasien serta warga sekitar.

Ia juga mengimbau masyarakat agar waspada, khususnya di masa pancaroba yang ditandai dengan perubahan cuaca ekstrem panas terik di siang hari dan hujan deras di sore atau malam. 

Kondisi ini memperbesar peluang munculnya genangan air, yang menjadi tempat ideal perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab DBD.

Baca Juga: Pemkab Bogor Tinjau Lokasi Puskesmas Baru di Curug Bitung, Komitmen Siapkan Layanan Kesehatan Bagi masyarakat

“Karena ini penyakit menular yang bisa menyebar cepat, kami harap warga segera melapor ke petugas kesehatan jika ada gejala demam tinggi mendadak disertai nyeri otot, mual, atau muncul bintik merah,” tutup dr. Baringin.