KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika bersama Kepala Dinas Pendidikan, Rusliyandi menandatangani dukungan dan komitmen bersama kegiatan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada TK, SD, dan SMP Tahun Pelajaran 2025/2026, di Aula Setda Kabupaten Bogor, Senin (23/06/2025).
Ajat Rochmat Jatnika menyebutkan bahwa pelaksanaan SPMB di Kabupaten Bogor harus berjalan secara transparan, akuntabel, objektif, berkeadilan dan tanpa diskriminasi.
"Hari ini melaksanakan pakta integritas SPMB, kemudian pemberian beasiswa istimewa bagi 101 murid SMP Swasta dan 202 guru PAUD yang ada di Kabupaten Bogor," ungkap Sekda kepada wartawan.
Selain itu lanjut Sekda, pihaknya berkomitmen selalu transparan karena pelaksanaan SPMB lewat online, ditambah penandatanganan pakta integritas diketahui oleh semua pihak.
Baca Juga: Kabupaten Bogor Siap Berkompetisi di MTQH ke-39 Jabar, Sekda Berangkatkan 60 Kafilah ke Bandung
"Kita mulai pada hari ini bersepakat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di bidang pendidikan untuk murid," jelas Sekda.
"Lakukanlah secara transparan, objektif, itu yang sebetulnya arahan dari pak Bupati Bogor. Mudah-mudahan dengan begitu kita akan mendapatkan sumber atau bibit unggul di Kabupaten Bogor melalui mekanisme yang baik, saya kira itu ya," tegas Sekda.
Terkait pemberian beasiswa, Sekda menyatakan, memang ada teman-teman yang kategori tidak mampu tetapi masuk ke negeri tidak bisa, ke swasta berat biayanya. Maka di situ bupati hadir untuk memberikan bantuan.
"Guna membantu itu semua pak Bupati hadir untuk memberikan bantuan kepada yang kurang mampu, salah satunya melalui pemberian beasiswa," tuturnya.
Saat ditanya soal titip menitip kursi yang masih rentan dalam pelaksanaan SPMB, Sekda menegaskan bahwa saat ini sistemnya sudah online.
"Sekarang ini kan sudah sistem online, kita bersepakat untuk melakukan perbaikan ke depan. Jadi titip kursi, titip apa segala macam itu gak bisa, pasti ditolak," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy mengatakan, total alokasi pemberian beasiswa untuk siswa SMP di Kabupaten Bogor mencapai seribu lebih.
"Total alokasi untuk SMP sekitar 1.600-an dari tahun lalu, kemudian yang untuk guru PAUD 200," beber Rusliandy kepada wartawan.
"Rinciannya guru PAUD Rp5 juta per tahun per orang, dan yang SMP Rp900 ribu per orang per tahun. Syaratnya yaitu DTKS.
Untuk peraih beasiswa dari DTKS menyebar se-Kabupaten Bogor," tambah Rusliandy.
Kemudian untuk proses SPMB tahun ini, ia mengatakan, terdapat empat jalur. Yakni jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Dan ia pun menegaskan bahwa tidak ada titip menitip calon siswa dalam SPMB.