BOGOR, CEKLISSATU.COM – Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menegaskan komitmen Pemkot dalam memastikan kualitas dan keamanan MBG di seluruh daerah.
Hal itu disampaikan Dedie Rachim saat melakukan inspeksi ke SPPG Yasmin Curug Mekar, Kamis (9/10/2025).
Dedie Rachim memastikan pelaksanaan operasional SPPG sesuai dengan prosedur dan standar kesehatan yang berlaku, terutama di tengah maraknya kasus keracunan MBG yang terjadi di beberapa daerah.
Baca Juga: 3.571 Porsi MBG Setiap Hari, SPPG Ranggamekar Layani Gizi 5 Sekolah Kota Bogor
“Kita melihat perkembangan SPPG di Indonesia yang sedang marak mengalami kasus keracunan MBG. Oleh karena itu, hari ini saya bersama Kadinkes dan jajaran meninjau langsung SPPG Yasmin Curug Mekar untuk memastikan semua prosedur SOP-nya dipenuhi,” ujar Dedie Rachim.
Dia juga menambahkan, bahwa selain penerapan SOP, standar dapur sehat juga harus menjadi perhatian utama.
Setelah melakukan peninjauan, Dedie Rachim menyatakan bahwa SPPG Yasmin Curug Mekar telah memenuhi syarat dengan nilai IKL (Indeks Kelayakan Lingkungan) sebesar 95,4.
Baca Juga: DKP Kabupaten Bogor Tegaskan Pengawasan SPPG Bukan Kewenangannya Secara Penuh
“Ini adalah bentuk peran aktif pemerintah daerah. Kami tidak lepas tangan terhadap keberadaan SPPG, tetapi justru melakukan monitoring langsung dan pendampingan agar seluruh standar yang diperlukan benar-benar terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, juga sempat mencicipi hasil olahan MBG dari dapur SPPG Yasmin Curug Mekar.
“Dari sisi rasa, cukup enak. Anak-anak pasti senang juga. Hanya saja saya mengingatkan agar menu dibuat lebih bervariasi, dan pastikan pencucian tray dilakukan sesuai SOP. Yang paling penting, pengelolaan limbah juga harus diperhatikan,” ujarnya.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Dorong Petani untuk Pasok Program Makan Bergizi Gratis
Selain itu, limbah dari kegiatan SPPG Yasmin Curug Mekar telah dimanfaatkan warga sekitar melalui kegiatan peternakan lele, ayam, dan maggot.
SPPG juga bekerja sama dengan Koperasi Merah Putih Curug Mekar sebagai pemasok bahan pangan seperti beras, minyak, kecap, dan garam.
“Ini merupakan contoh sirkulan ekonomi yang ideal. Alhamdulillah, hal ini sudah terwujud di Bogor, khususnya di Curug Mekar, Bogor Barat,” imbuhnya.
Baca Juga: Siapkan Makan Bergizi Gratis, Pemkot Bandung dan Kodim 0618/BS Bangun Dapur Sehat di 72 Lokasi
Dedie juga menambahkan, bahwa Pemerintah Kota Bogor telah membentuk Satgas Pengawasan Pangan Gotong Royong sejak Juli 2025, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri.
Tim tersebut terdiri dari Forkopimda dan seluruh OPD terkait, yang bertugas memantau dan menangani potensi kasus pangan di lapangan.
“Yang penting bagi kami, jangan sampai ada lagi kasus keracunan di Kota Bogor,” tegasnya.
Baca Juga: Dapur SPPG Ranggamekar Difokuskan Kebutuhan Gizi Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Warga
Tidak sampai disitu, Dedie mengingatkan para pengelola SPPG agar memiliki mekanisme pelaporan dan penanganan cepat jika terjadi kasus keracunan MBG.
“Kalau ada kasus, jangan buang sampel makanan atau muntahan. Itu penting untuk memastikan sumber keracunan bisa diketahui,” katanya.
Terkait distribusi makanan, Dedie menjelaskan bahwa SPPG menggunakan tray dan kendaraan khusus yang dibatasi jarak maksimal 6 kilometer dan waktu pelayanan tidak lebih dari 4 jam.
Baca Juga: SPPG Pamoyanan Telah Diresmikan, Jenal Abidin Dirut PPJ: Bahan Baku dari Pedagang Pasar
Saat ini, SPPG Yasmin Curug Mekar melayani 20 sekolah dengan sekitar 3.600 siswa, termasuk rencana perluasan ke posyandu, ibu hamil, pesantren, dan balita.
“Insyaallah kalau ini berjalan baik, kita akan menciptakan anak-anak yang sehat dan cerdas,” tutur Dedie.
Ke depan, Pemerintah Kota Bogor menargetkan seluruh SPPG di wilayahnya dapat beroperasi penuh pada awal 2027, dengan jumlah target layanan mencapai 82 satuan, di mana 35 sudah beroperasi, 45 sedang berproses, dan lebih dari 100 sekolah sudah mendaftar.