“Jadi teman teman biasanya, kita biasa standby jadi harus lebih sigap untuk antisipasinya seperti itu,” kata Irwan saat ditemui Ceklissatu.com di kantornya, Rabu (3/12/2025).
Selain itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan lebat, terutama terkait potensi angin kencang.
Baca Juga: Pemkab Bogor Kirim Tim Medis untuk Misi Kemanusiaan Bantu Korban Bencana di Aceh, Sumbar dan Sumut
“Biasanya tidak jauh daripada ketika hujan itu pasti disertai dengan angin kencang. Berarti penguatan antisipasinya kan jangan ada di luar rumah seperti itu apalagi ketika berkendara angin kencang berarti harus menepi dan sebagainya,” jelas dia.
Untuk daerah-daerah rawan bencana, BPBD mengandalkan penguatan mitigasi berbasis masyarakat melalui Desa Tangguh Bencana (Destana).
Irwan menyebut bahwa sudah ada sekitar 140 Desa Tangguh Bencana yang terbentuk di Kabupaten Bogor.
“Salah satu langkah mitigasi adalah memberikan edukasi kepada tadi relawan-relawan, Destana, kepada masyarakat, sosialisasi bagaimana menghadapi ancaman bencana,” terangnya.