BOGOR, CEKLISSATU.COM – Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin akhirnya memberikan klarifikasi terkait kondisi kesehatannya setelah beberapa hari tidak muncul di ruang publik dan memicu berbagai spekulasi.

Jenal Mutaqin mengaku, sempat sakit dan harus istirahat total, namun kini kondisinya mulai membaik dan sudah kembali beraktivitas.

Kepada wartawan, Jenal Mutaqin mengatakan, kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Optimis Kota Bogor Bebas Stunting, Jenal Mutaqin Beberken Strategi Pemkot

Ia masih merasakan tubuh lemas, tetapi memutuskan kembali bekerja agar tidak menimbulkan spekulasi lebih jauh di masyarakat.

“Sebetulnya masih lemas. Cuma mau tidak mau saya harus aktif karena beredar spekulasi yang lain-lain. Kasihan Pak Wali dan warga Bogor juga yang kemarin tidak bisa terlayani. Tapi sekali lagi saya mohon maaf, sebagai manusia biasa sakit tidak bisa dihindari,” ujarnya, saat di temui wartawan di Balai Kota Bogor, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, bahwa selama beberapa hari terakhir dirinya benar-benar beristirahat di rumah untuk memulihkan kondisi kesehatan.

Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga, Jenal Mutaqin Bagikan 80 Ayam Petelur ke 8 LPM se-Kecamatan Bogor Utara

Bahkan, aktivitas media sosialnya sempat dihentikan sementara agar bisa fokus menjalani pemulihan.

“Waktu itu saya butuh istirahat total. Media sosial juga dimatikan supaya fokus penyembuhan. Istri yang merawat saya di rumah. Sekarang sudah bisa kembali beraktivitas, walaupun masih agak lemas, apalagi sedang menjalani puasa,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Bogor dan awak media atas simpang siurnya informasi mengenai kondisinya.

Baca Juga: Jenal Mutaqin Tekankan Penguatan Satgas KKMP dalam Rakor Koperasi se-Kota Bogor

“Saya mohon maaf kepada masyarakat Bogor dan kepada media yang sempat bertanya-tanya. Pak Wali sudah tahu sejak awal kondisi saya. Awalnya memang dari asam urat, selebihnya saya tidak bisa menjelaskan secara spesifik,” ucapnya.

Ia menambahkan, ketidakhadirannya di ruang publik semata-mata karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

Menurutnya, masa istirahat tersebut menjadi momen untuk memulihkan tenaga agar bisa kembali melayani masyarakat.

Baca Juga: Jenal Mutaqin Tekankan Sinkronisasi Data untuk Efektivitas Penanggulangan Kemiskinan

“Sekali lagi mohon maaf kalau kemarin informasinya jadi simpang siur. Itu kesalahan saya pribadi. Tapi mungkin Tuhan memang sedang mengistirahatkan saya saat itu,” ujarnya.