Lebih lanjut, Aseng menyampaikan bahwa kegiatan BANKOM tidak hanya dilaksanakan pada pengamanan Natal dan Tahun Baru maupun Operasi Ketupat Lodaya, tetapi juga pada berbagai kegiatan lainnya, seperti penanganan kebencanaan.


RAPI juga terlibat dalam kegiatan SAR dan kebencanaan, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau jaringan komunikasi lain. Hal ini untuk mendukung kelancaran komunikasi dengan membangun jaringan komunikasi saat pelaksanaan Search and Rescue (SAR) maupun penanganan bencana,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa kegiatan BANKOM RAPI pada tahun ini hanya dilaksanakan dua kali, yakni pada malam perayaan Natal dan malam Tahun Baru.


“Karena keterbatasan anggaran, kegiatan BANKOM hanya dilakukan dua hari. Setiap kegiatan BANKOM RAPI dilaksanakan secara mandiri,” tuturnya.

Baca Juga: 166 Gereja di Kabupaten Bogor Dijaga Ketat Ribuan Personel Gabungan Saat Ibadah Natal 


Terkait kondisi malam Tahun Baru, Aseng menilai situasi tahun ini sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.


“Jika dibandingkan tahun sebelumnya, dari sisi kemeriahan dan arus lalu lintas, malam Tahun Baru kali ini tidak terlalu meriah dan arus lalu lintas relatif lancar tanpa kemacetan. Pada tahun-tahun sebelumnya, kemacetan terjadi di beberapa titik wilayah Kota Bogor,” bebernya.


Ia menambahkan, kegiatan BANKOM RAPI terbagi menjadi dua jenis, yakni BANKOM rutin dan BANKOM insidentil. BANKOM rutin meliputi pengamanan Natal dan Tahun Baru, Operasi Ketupat Lodaya, Istana Open, dan Helaran. Sementara BANKOM insidentil mencakup kegiatan SAR, kebencanaan, serta bantuan komunikasi pada kegiatan keagamaan dan kegiatan lainnya.

“Kami berharap kehadiran RAPI dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam mendapatkan informasi yang valid. Selain itu, melalui kegiatan BANKOM, kami juga mengenalkan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak generasi Z, bahwa radio komunikasi merupakan bagian penting sebagai cadangan komunikasi di tengah perkembangan teknologi dari analog ke digital,” bebernya