KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade) mengunjungi warga terdampak bencana longsor dan banjir bandang yang hingga kini masih tinggal di hunian sementara (huntara), pada Kamis (10/07/2025).
Kunjungan berlangsung di Kampung Cipandawa, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Kunjungan ini sekaligus menjadi momen peninjauan langsung progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang tengah berlangsung.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah membangun dua titik lokasi huntap di Cipandawa, yakni Cipandawa 1 sebanyak 220 unit dan Cipandawa 2 sebanyak 80 unit, dengan total pembangunan mencapai 300 unit.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan huntap berjalan sesuai rencana dan kebutuhan warga terdampak benar-benar terpenuhi. Pemerintah hadir bukan hanya membangun rumah, tapi juga membangun kembali harapan,” ucap Jaro Ade saat berdialog dengan warga.
Sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran nyata pemerintah daerah, Jaro Ade yang mewakili Bupati Bogor, Rudy Susmanto juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga yang masih tinggal di huntara.
Bantuan ini diberikan sebagai simbol bahwa pemerintah tetap hadir dan tidak meninggalkan warganya meski bencana telah berlalu lima tahun silam.
Bencana yang melanda Sukajaya pada awal 2020 merupakan salah satu peristiwa alam terbesar di Kabupaten Bogor, yang menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan akses jalan terputus total.
Sejak saat itu, pembangunan huntap menjadi prioritas dalam agenda pemulihan pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Bogor bersama teru mengupayakan percepatan pembangunan dengan memastikan aspek kelayakan, keamanan, dan aksesibilitas terpenuhi. Diharapkan, pada akhir 2025 seluruh hunian dapat diserahterimakan kepada warga yang berhak.
“Bukan hanya bangunan fisik, yang penting juga adalah membangun kembali kepercayaan dan semangat warga. Ini tugas kita bersama,” kata Jaro Ade menegaskan komitmennya.
Hunian tetap (huntap) merupakan solusi jangka panjang bagi para penyintas bencana yang sebelumnya tinggal di tenda-tenda darurat atau huntara.
Dengan adanya huntap, warga bisa kembali menjalani kehidupan secara mandiri dalam lingkungan yang lebih aman dan sehat.
Selain menjadi tempat tinggal, huntap juga dirancang untuk mendukung pembangunan ekonomi dan sosial warga, dengan akses ke fasilitas pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah.