“Terima kasih kepada PWI. Kegiatan ini menjadi sebuah forum, wadah, sekaligus wasilah yang positif untuk mengevaluasi, membahas, dan mempertemukan para pemangku kebijakan. Semoga ke depan, apa yang belum maksimal, belum tuntas, dan belum sempurna bisa kita sempurnakan dengan bergandengan tangan semua pihak,” ujarnya.

Jenal menegaskan bahwa sinergitas antara eksekutif dan legislatif di Kota Bogor telah terjalin dengan baik. Ia menyebut Wali Kota Bogor dan Ketua DPRD memiliki komitmen kuat untuk bekerja bersama demi kepentingan masyarakat.

“Saya rasa Ketua DPRD bersama Pak Wali sudah sangat berkomitmen. Tadi kita lihat bagaimana erat dan mesranya hubungan sinergitas tersebut. Selama itu untuk kepentingan masyarakat Kota Bogor, saya berharap PWI sebagai rumah bagi para jurnalis dapat bersama-sama memperkuat tujuan Pak Wali, Pak Wakil, dan DPRD demi kemaslahatan masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Evaluasi Kinerja Pemkot Direfleksi Akhir Tahun PWI Kota Bogor, Herman Budi: Ini Bukan Persekusi 

Menjawab berbagai pertanyaan dalam sesi dialog, Jenal menyoroti pentingnya penegakan Peraturan Daerah (Perda) sebagai salah satu fokus utama pemerintah daerah.

“Lebih kepada penegakan perda. Kita tahu bersama, saat ini Satpol PP belum memiliki Kasat definitif, sehingga belum maksimal. Insyaallah pada rotasi berikutnya, Satpol PP dan Dishub akan menjadi lembaga yang kita perkuat, karena sebagian besar keluhan warga berkaitan dengan penataan, penertiban, kesadaran masyarakat, PKL, dan persoalan sejenis,” jelasnya.

Ia menambahkan, penegakan Perda harus dibarengi dengan pendekatan edukatif dan preventif kepada masyarakat.