BOGOR, CEKLISSATU.COM - Kejaksaan RI melakukan penghormatan kepada pahlawan melalui ziarah dan tabur bunga di TPU Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, Jumat (29/8/2025). 

Ziarah tersebut adalah untuk mengenang dan menghormati Jaksa Agung RI pertama, Raden Gatot Taroenamihardja.

Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Narendra Jatna menjelaska, bahwa ziarah tersebut dilaksanakan untuk menyongsong peringatam Harlah Kejaksaan RI pada 2 September nanti.

Baca Juga: Bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Kejati Jabar Gelar Pasar Murah di Tamansari Bukit Bandung

"Banyak orang yang menduga bahwa Harlah Kejaksaan itu 19 Agustus bersamaan dengan dibentuknya Kabinet RI, tapi kami memperingatinya pada saat pelantikan Jaksa Agung pertama karena itu simbol kedaulatan," ujar Narendra Jatna kepada awak media.

Narendra menjelaskan, bahwa pada masa pendudukan Jepang, Kejaksaan ditempatkan di bawah kewenangan kementerian.

Menurutnya, di era kolonial Belanda, jabatan Jaksa Agung sama sekali tidak pernah dipegangoleh orang Indonesia.

Baca Juga: Puluhan Stand Meriahkan Pasar Murah dan Bazar UMKM di Kejari Kota Bogor, Hari Lahir Kejaksaan dan HUT Ke-80 RI

"Jadi, momen ziarah ini adalah sebagai simbol kedaulatan hukum Indonesia karena itulah pertama kali adanya kedaulatan dan penuntutan yang dimaknai dengan adanya Jaksa Agung pertama serta Republik Indonesia," ungkap dia.

Karena itu, Narendra menegaskan pentingnya mencontoh sikap serta keteladanan Raden Gatot Taroenamihardja.

"Beliau besar jasanya, dua kali menjabat Jaksa Agung, banyak contoh teladan yang patut ditiru dan bahkan beliau berani melakukan penuntutan. Kehadiran kami di sini juga untuk meneladani beliau," ujarnya.

Baca Juga: Kejari Lampung Utara Tetapkan Dua Orang Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Rehabilitasi RSUD Mayjen Ryacudu

Narendra menilai, peringatan 80 tahun Kejaksaan RI seharusnya menjadi saat yang tepat untuk merenungkan kembali komitmen mereka dalam menegakkan keadilan.

"Sekarang bukan soal menang atau kalah, tapi keadilan apa yang dapat ditegakkan dan bagaimana mempertahankannya. Salah satunya melalui peringatan hari besar untuk memahami hakikat kita sebagai jaksa," tandasnya.