Kemudian penerapan penanganan stunting secara by name by address agar intervensi tepat sasaran, peningkatan kapasitas petugas lapangan dan tim pelaksana melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan dan koordinasi lintas sektor serta pengawasan rutin memastikan capaian target serta pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Persiapan Pemekaran Kabupaten Bogor Barat, Bupati Rudy Susmanto: Calon Ibu Kota Tetap Direncanakan di Cigudeg

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB, Sussy Rahayu Agustiani menjelaskan, rakor ini bertujuan menyusun laporan akhir TPPS yang komprehensif, berbasis data.

Serta merekomendasikan program tahun berikutnya yang jelas dan terukur, sekaligus meningkatkan efektivitas intervensi stunting di tingkat desa dan kelurahan keluarga sasaran.

"Kita harus menyatukan komitmen bersama, sinkronisasi program, dan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, desa, kelurahan, agar percepatan penurunan stunting dapat tercapai secara terintegrasi," tuturnya.

Baca Juga: Wabup Jaro Ade: Percepatan Pembangunan Bogor Barat, Penataan Wilayah hingga Infrastruktur Jadi Prioritas

Prinsip kolaborasi lintas sektor yaitu Satu Data, Satu Perencanaan, Satu Aksi, sehingga semua perangkat daerah menggunakan data yang sama sebagai dasar intervensi, guna memperkuat langkah bersama menuju zero new stunting di Kabupaten Bogor. 

Kegiatan ini didanai melalui Dana Khusus Bantuan Operasional Keluarga Berencana (DAK BOKB) Non-Fisik Tahun 2025.