Dirut Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan dalam paparannya menyampaikan Key Performance Indicator (KPI) yang menjadi alat ukur utama.
Baca Juga: Perumda Tirta Pakuan Sosialisasikan Zona Air Minum di Ranggamekar, Ini Kualitasnya
Sebab KPI PDAM merupakan metrik untuk mengukur kinerja keuangan dan nonkeuangan perusahaan, yang meliputi perspektif keuangan pendapatan biaya, jumlah kepuasan pelanggan, proses bisnis serta pertumbuhan pengembangan dan pembelajaran.
"Kita paparkan capaian apa saja, kemudian tantangan yang dihadapi, persoalan, program ke depan yang masih harus dikerjakan oleh PDAM, karena kan ada yang sudah dikerjakan, dalam proses, dan akan dikerjakan di tahun berikutnya," ujarnya.
Selain itu, Perumda Tirta Pakuan juga memiliki fungsi atau bagian untuk menjalankan RPJMD, RPJPD, serta RPJMN yang juga harus diselesaikan.
Baca Juga: Rino Datangi SPPG Ciwaringin dan Teplan Pastikan Kandungan Air untuk MBG Kota Bogor Aman
"Termasuk bagaimana ke depan rencana bisnis yang akan dilakukan oleh PDAM apa yang sudah terlaksana dan apa yang belum," ujarnya.
Rino mengatakan, Dedie Rachim menyampaikan masukan agar Perumda Tirta Pakuan mampu melakukan mitigasi persoalan atau tantangan yang akan dihadapi ke depan.
Sehingga apapun tantangan yang akan dihadapi ke depan bisa diselesaikan dan dijawab dengan solusi.
Baca Juga: Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Perumda Tirta Pakuan Tingkatkan Pelayanan Pelanggan
"Karena perusahaan atau organisasi kadangkala tidak bisa berjalan optimal karena telat atau salah mengambil langkah dalam menjawab tantangan dan persoalan. Jadi kita harus melakukan mapping jangan sampai telat," ujarnya.