"Sebab itu kami berharap betul, ketika ada kejadian bisa melaporkan langsung dan kami bisa segera memperbaiki. Jangan sampai nanti diperbaiki sendiri dengan diikat karet dan lainnya. Karena semisal pekerjaan selesai, pipa yang bocor diurug kembali, nanti akan terganggu pelayanan. Kami minta koordinasi dengan kerjasamanya," tambah Nasrul.
Nasrul menjelaskan, ketika ada pekerjaan yang mengakibatkan kondisi kebocoran, untuk ganti rugi biasanya bersifat pipa besar yang mengakibatkan kehilangan air yang besar.
Baca Juga: Perumda Tirta Pakuan Sosialisasikan Zona Air Minum di Ranggamekar, Ini Kualitasnya
"Itu akan ditagihkan ke kontraktor langsung apabila pipa besar yang bocor. Untuk sepanjang Jalan Tirto Adhi Surjo penggantian pipa sepanjang 70 meter. Ditingkatkan, dari pipa 1/2 inch menjadi pipa 3/4 inch," jelasnya.
"Pipa diperbesar, nanti pipa dipasang diatas sambil menunggu pekerjaan utilitas Selesai. Ketika sudah beres, akan diturunkan dibawah," terangnya.
Diketahui, untuk kontraktor proyek tidak melaporkan adanya kebocoran di Jalan Tirto Adhi Surjo. Pelaporan justru dilakukan oleh pelanggan Tirta Pakuan, bahkan Tirta Pakuan juga mengirimkan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan dan masjid yang ada di sekitar lokasi.
Baca Juga: Perumda Tirta Pakuan Sosialisasi Kualitas Air ke Sejumlah SPPG di Kota Bogor, Ini Tujuannya
Sedangkan, pelaksana dari proyek tersebut, Iwan P mengaku, jika pada Kamis malam pihaknya menurunkan material di lokasi kebocoran. Namun, hal itu segera diberhentikan karena ada hal teknis lainnya yang akan dilakukan pada Jumat siang.