BOGOR, CEKLISSATU– Upaya menjadikan Museum Pajajaran di kawasan Batutulis sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya Sunda terus dimatangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), pengembangan museum dilakukan mulai dari penataan kawasan, penambahan koleksi, hingga peningkatan fasilitas pendukung.
Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, mengatakan revitalisasi Museum Pajajaran merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya yang dimiliki Kota Bogor.
"Sebagai ikon penting bagi masyarakat Bogor khususnya dan Jawa Barat pada umumnya, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk memastikan Museum Pajajaran ini menjadi sarana edukasi yang menginspirasi bagi generasi masa depan," ujar Firdaus, Rabu (22/7/2026).
Menurut Firdaus, proses pengembangan telah dimulai melalui renovasi cungkup Prasasti Batutulis, penyelenggaraan Pameran Jejak Batutulis bersama Kementerian Kebudayaan, hingga pembukaan ruang pamer yang kini menampilkan 103 koleksi benda bersejarah.
Baca Juga: Pecahkan Rekor MURI, Karinding Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sunda
Puluhan koleksi tersebut berasal dari berbagai sumber, terdiri atas 50 koleksi milik masyarakat dan kolektor independen, 34 koleksi dari Kementerian Kebudayaan, serta 19 koleksi milik Pemerintah Kota Bogor.
Selain itu, museum juga akan diperkuat dengan koleksi hibah dari keluarga maestro seni lukis Indonesia, Basuki Abdullah.
"Daya tarik Museum Pajajaran dipastikan kian memikat dengan hadirnya deretan koleksi bernilai tinggi hibah dari keluarga maestro pelukis legendaris Indonesia, Basuki Abdullah," katanya.
Koleksi tersebut meliputi lukisan Bung Karno, lukisan Prabu Siliwangi, arca peninggalan Kerajaan Tarumanegara, golok berukuran besar, hingga tongkat Prabu Siliwangi. Seluruhnya akan ditempatkan di Ruang Siliwangi sebagai ruang pamer utama.