"Saya optimis. Dengan keberadaan SPPG di Kota Bogor, kita punya modal yang kuat. Saya juga sudah minta supaya program ini tidak hanya menyentuh siswa dan siswi di sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," jelas nya. 

Selain itu, Dedie meminta seluruh jajaran wilayah mulai dari camat hingga lurah untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dengan SPPG agar intervensi stunting lebih terarah dan efektif.

Baca Juga: Desa Kalongsawah Sosialisasi Lingkungan Hidup Tekan Stunting, Dorong Masyarakat Peduli Kebersihan

"Koordinasi dengan camat, lurah yang masih punya data anak-anak stunting harus diperkuat. Kalau tidak ada komunikasi, sinergi, dan kolaborasi, tidak akan pernah selesai urusan ini. Padahal kesempatannya sudah di depan mata," Kata Dedie. 

Dalam hal ini, Dedie juga menyoroti pentingnya kolaborasi yang nyata, bukan sekadar formalitas atau narasi belaka. Dari total 1.588 anak yang terindikasi stunting, Pemkot Bogor menargetkan penurunan jumlah menjadi 1.510 anak melalui intervensi terfokus.