“Kalau kita kumpulkan mi instan atau pakaian, biaya pengirimannya bisa lebih besar. Belum lagi soal kelayakan barang. Saat ini prioritasnya adalah pemulihan listrik, akses air minum, dan kehidupan masyarakat,” tuturnya kepada wartawan usai memimpin Apel Solidaritas Kota Bogor untuk Sumatera.

Dedie juga menilai skala bencana kali ini sangat besar sehingga kemungkinan memerlukan pembentukan kembali lembaga khusus seperti Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh. Pasalnya, lebih dari 10 kabupaten/kota di Aceh terdampak bencana, disusul wilayah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Menurut Dedie dengan adanya musibah bencana tersebut pemkot Bogor membuat status siaga darurat bencana di Kota Bogor, Dedie juga menegaskan bahwa mitigasi harus terus diperkuat. Masyarakat diimbau memahami jalur evakuasi, nomor darurat, hingga pentingnya menyiapkan ransel darurat berisi dokumen penting dan kebutuhan dasar.

Menanggapi pertanyaan terkait alat pendeteksi longsor, Dedie mengatakan bahwa informasi yang ia terima sejauh ini baru ada alat pendeteksi banjir, sedangkan untuk pendeteksi longsor masih perlu dicek kembali.