Ia mengatakan, sebagai bentuk komitmen terhadap pedagang terdampak. Sebelum pembangunan pasar ini dimulai, Pemkab Bogor telah melakukan pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Baca Juga: Job Fair Kabupaten Bogor Sediakan 1.824 Lowongan Kerja, Begini Respon Bupati Rudy Susmanto
"Sosialisasi intensif juga sudah kita lakukan sejak Mei lalu, untuk memastikan kesiapan dan dukungan lintas sektor," ujarnya.
Andri Hadian menekankan pentingnya kolaborasi dan ketahanan semua pihak dalam mendukung pembangunan.
“Pasar ini bukan hanya tempat berdagang, tapi juga aset daerah dan warisan masa depan. Ini adalah simbol harapan, semangat kebersamaan, dan kebangkitan ekonomi rakyat,” tegasnya.
Ia menambahkan, dengan pembangunan ini, Pasar Leuwiliang akan menjadi pasar rakyat SNI kedua di Kabupaten Bogor setelah Pasar Cisarua, sekaligus ditargetkan menjadi pasar terbaik di wilayah Leuwiliang.
Baca Juga: Hadiri Hari Jadi Bogor ke-543 di Pakansari, KPK Bersama Pemkab Bogor Deklarasi Antikorupsi
Selanjutnya, Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan, menegaskan bahwa pembangunan pasar Leuwiliang dirancang dengan mengedepankan standar SNI, konsep ramah lingkungan, serta sentuhan budaya lokal dan nilai-nilai legenda Leuwiliang.