Model kolaboratif berbasis komunitas seperti kelompok Berdikari diyakini menjadi pendorong penting dalam membangun kesadaran pangan sehat yang berkelanjutan.
Baca Juga: Pemkab Bogor Mulai Revitalisasi Pasar Leuwiliang, Upaya Langkah Strategis Pemulihan Ekonomi Lokal
“Kami optimis, dengan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan lintas sektor, pola konsumsi B2SA akan menjadi budaya baru di Kabupaten Bogor,” jelas Rosi.
Ditempat yang sama, Kader Ketahanan Pangan sekaligus komunitas “Berdikari Tani Sayur Lestari” yang berada di Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, Darti menjelaskan, program ini merupakan bentuk nyata dukungan DKP berupa bantuan barang kepada kelompok tani yang sudah terbentuk. Salah satunya kelompok tani yang berada di Komplek Villa Asia.
“Kami menerima bantuan berupa bibit sayuran, ayam petelur, telur, pupuk, dan media tanam. Semuanya diterima dalam kondisi baik, dan kini hasilnya sudah mulai kami panen,” ujar Ibu Darti.
Program yang berjalan sejak Maret 2025 ini juga mengedepankan aspek edukasi berkelanjutan. Pada kegiatan hari ini, DKP memberikan pelatihan pengelolaan hama dan penyakit tanaman secara alami, seperti pembuatan pestisida nabati, pengenalan rotasi tanam, pemanfaatan paranet, hingga teknik menangkap lalat buah.
Baca Juga: Job Fair Kabupaten Bogor Sediakan 1.824 Lowongan Kerja, Begini Respon Bupati Rudy Susmanto
“Dari pelatihan ini kami belajar bahwa untuk hasil maksimal, tidak hanya sekadar tanam, tapi ada teknik dan ilmu yang perlu diterapkan. Kami juga diajarkan membuat ecoenzym dan mengetahui pentingnya jarak tanam serta pencahayaan yang sesuai,” ungkapnya.