"Usia angkotnya kebanyakan ada yang 2001 ada yang 2000 ada yang 2002 kebanyakan 2002 maka akan dihapus sampai 2005 kebawah maka kami tidak setuju, kami itu boleh beli, boleh cicilan, nah kalau sekarang mau dihapus begitu saja maka kami tidak setuju," ujarnya.
Terkait dengan penolakan peremajaan dengan angkot baru ia mengatakan bahwa ia bersama sopir angkot lainnya tidak mampu membayar angsurannya.
"Dampak nya kita tidak mampu membayar angsuran kalau diganti dengan yang baru karena apa? Cicilannya melebihi dari target pendapatan kita," tuturnya.