"Peran satgas ini sesuai tupoksi masing-masing. Satpol PP menata PKL, Dishub mengatur lalu lintas, DLH soal kebersihan, dan tokoh masyarakat juga ikut menjaga. Kalau tidak kita rawat bersama, apa yang sudah dibersihkan akan kembali kotor," tegasnya.
Keberadaan satgas ini lanjut Jenal, penting untuk menjaga taman dan jalan protokol agar tidak kembali kumuh dan macet. dengan adanya kegiatan itu ia berharap dapat mendukung pencapaian Adipura tahun depan.
"Ini bukan seremonial, ini syiar. Kalau masyarakat lihat ada sampah berserakan atau PKL sembarangan, silakan foto dan unggah. Beri sanksi sosial, karena imbauan baik-baik sudah sering dilakukan," tegas Jenal.
Baca Juga: Kolaborasi Warga Gadog dan Aktivis Puncak Merawat Ciliwung
Menurutnya pihaknya telah melayangkan surat peringatan kepada para PKL sejak minggu lalu. bukan hanya itu, Penertiban oleh Satpol PP sudah dilakukan, dan pada akhirnya hari ini sebagai tindak lanjut dengan melakukan pembersihan menyeluruh serta pengecetan jembatan MARCO Salmun.
Terkait hal itu Ia juga meminta Dinas PUPR untuk segera menganggarkan perbaikan trotoar dan saluran air yang rusak dan mampet di kawasan tersebut.
"Ketika banjir, yang disalahkan pemerintah. Padahal sampah di saluran air itu juga akibat ulah warga yang tidak tertib," keluh nya.
Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto, menyebutkan pihaknya telah mengangkut sekitar 50 ton sampah dari kawasan tersebut.
"Dari pagi tadi kita sudah mengangkut empat truk besar, masing-masing berkapasitas 3 sampai 5 ton. Ditambah yang kecil-kecil, total bisa sampai 50 ton," tutur Denni.
Menurutnya, jenis sampah yang dominan di antaranya sisa sayuran, kayu, bambu bekas lapak, dan sampah organik lainnya. Ia berharap, para pedagang dapat lebih tertib dan berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan.
"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlu keterlibatan semua pihak agar kebersihan bisa dijaga bersama," tutupnya.