Dengan target kepadatan penduduk sebesar 100 jiwa per hektar, wilayah ini akan menjadi pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan, dan sosial, dengan proyeksi total penduduk mencapai 32.500 jiwa.

Namun, sebaran pusat aktivitas saat ini masih berskala kecil dan cenderung pedesaan. Maka itu, diperlukan penyediaan ruang yang cukup guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta pembangunan jalur akses baru untuk menunjang potensi pariwisata dan pergerakan ekonomi.

Baca Juga: 15 Titik Jalan dan Jembatan di Wilayah Bogor Barat Dibangun Tahun 2025, Ini Rinciannya

Senada, Ketua Umum IAP, Andi menegaskan bahwa forum ini merupakan ruang diskusi terbuka untuk mengumpulkan gagasan dan masukan dari berbagai elemen masyarakat. 

“Mari kita mulai perencanaan pemekaran Bogor Barat dari sekarang. Semua usulan dan hasil diskusi ini akan kami tampung dan teruskan ke Bapenda untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan mimpi masyarakat Bogor Barat menuju otonomi daerah yang lebih baik dan berdaya saing tinggi.

Baca Juga: Turunan Cibokor - Tanjakan Gardu Cilame Titik Paling Rawan di Bogor Barat, Berikut Penjelasan Camat Cigudeg

Diketahui, dalam lokakarya tersebut hadir Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Dede Chandra Sasmita, Camat, Kepala Desa, Kepala Bapenda, perwakilan KPP KBB, Sekcam Leuwiliang, BTPN 3, Korcam se-Bogor Barat, serta tokoh masyarakat.