BOGOR, CEKLISSATU.COM– Potensi buah lokal Kabupaten Bogor kembali unjuk gigi. Puluhan durian dan alpukat terbaik dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor dipertemukan dalam kontes buah yang digelar sebagai bagian dari festival pertanian.
Tak sekadar mencari juara, kegiatan tersebut menjadi ajang promosi sekaligus upaya mendorong buah hasil petani lokal memiliki nilai ekonomi dan daya saing lebih tinggi.
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Edi Mulyadi, mengatakan kontes tersebut merupakan kegiatan perdana yang secara khusus mengangkat komoditas durian dan alpukat.
“Ini baru pertama kali. Kita ingin mengenalkan produk-produk pertanian yang ada di Kabupaten Bogor,” kata Edi.
Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki beragam potensi buah-buahan yang selama ini belum seluruhnya mendapatkan ruang promosi secara luas.
Baca Juga: Durian Sering Dituding Pemicu Kolesterol, Ini Penjelasan Guru Besar IPB University
Karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan petani, penyuluh pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengembangkan komoditas unggulan daerah.
“Pertama kita sosialisasi dan promosi. Kedua tentunya melibatkan stakeholder, para petani, para penyuluh dan wilayah-wilayah yang ada. Ini yang kemudian bisa kita kolaborasikan agar ke depan lebih baik lagi,” ujarnya.
Edi menambahkan, pihaknya membuka peluang agar kontes serupa dapat kembali digelar dengan menghadirkan komoditas buah lainnya yang juga memiliki potensi sebagai produk unggulan Kabupaten Bogor.
Ketua Paguyuban Pasar Petani Garuda, Ruslan, mengungkapkan antusiasme petani dalam kegiatan tersebut cukup tinggi.
Sedikitnya terdapat 31 varietas durian yang dibawa dari berbagai wilayah Kabupaten Bogor melalui perwakilan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dari wilayah 1 hingga wilayah 13.
Sementara total petani yang terlibat mencapai sekitar 190 orang dan tergabung dalam jaringan Penyuluh Pertanian Swadaya.
“Kalau jenisnya banyak sekali. Ada 31 varietas dari seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Bogor melalui perwakilan BPP, mulai dari BPP Wilayah 1 sampai Wilayah 13,” ujar Ruslan.
Selain durian, kontes tersebut juga mempertandingkan komoditas alpukat.
Varietas buah yang nantinya menjadi pemenang akan diusulkan untuk didaftarkan sebagai varietas unggul Kabupaten Bogor.
Ruslan menilai kontes tersebut berpotensi memberikan dampak langsung terhadap nilai jual buah petani.
Menurutnya, buah yang berhasil meraih juara akan memiliki daya tarik lebih besar di mata konsumen. Bahkan, sejumlah durian yang mengikuti kontes disebut sudah memiliki pasar dan peminat sebelum mengikuti perlombaan.
“Kalau sudah ikut kontes dan menang, walaupun tingkat kabupaten, peminatnya pasti akan lebih tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan, peningkatan nilai jual bahkan dapat mengubah pola penjualan buah. Jika sebelumnya dijual berdasarkan butiran, buah yang sudah memiliki reputasi sebagai pemenang kontes berpeluang dipasarkan berdasarkan berat atau kilogram dengan nilai jual yang lebih tinggi.
“Kalau sudah menang lomba, bisa jadi harganya dijual per kilogram,” ujarnya.
Menurut Ruslan, kondisi tersebut menjadi salah satu keuntungan yang dapat dirasakan langsung oleh petani karena kualitas dan identitas varietas buah semakin dikenal masyarakat.
Disiapkan Ikut Kontes Tingkat Nasional
Tak berhenti di tingkat Kabupaten Bogor, peluang untuk membawa durian lokal ke ajang yang lebih besar juga mulai terbuka.
Ruslan menyebut berdasarkan komunikasi dengan komunitas Durian Traveller, terdapat rencana penyelenggaraan kontes durian tingkat nasional di Lapangan Banteng, Jakarta, yang berkaitan dengan momentum panen raya durian pada Desember 2026 hingga Januari 2027.
“Panen raya nanti di Desember dan Januari. Rencananya di Lapangan Banteng akan ada lomba tingkat nasional untuk durian,” katanya.
Bagi petani, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi pintu untuk memperluas promosi buah lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih besar.
Dukungan pemerintah daerah melalui Distanhorbun dalam penyelenggaraan festival dan kontes dinilai menjadi salah satu bentuk fasilitasi agar produk pertanian Kabupaten Bogor semakin dikenal.
“Kegiatan hari ini didukung oleh Distanhorbun. Sehingga produk-produk kami bisa lebih terpromosikan,” kata Ruslan.