"Harapan saya, kota bogor ini semakin terkenal lagi. Saya tahu percis banyak orang yang tau Bogor dari luar negeri, Mudah mudahan nanti mereka wisata nya bukan hanya ke Bali saja tetapi juga bisa datang ke Bogor dan Bogor bisa menjadi destinasi wisata baru yang betul betul menjanjikan dan juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat," Imbuhnya.
Sementara itu Walikota Bogor Dedie A Rachim menambahkan ia menyambut baik kehadiran dari DPR RI komisi VII.
"Alhamdulilah komisi Vll mengagendakan kehadiran pertama kali dalam rangka membahas undang undang kepariwisataan di Kota Bogor. Jadi Ketua Komisi Vll, DPR RI, Saleh Daulay dan Ilham Permana bersama rombongan tadi menyampaikan beberapa pandangan dan kami juga menyampaikan berbagai informasi yang perlu nanti nya di jadikan bekal bagaimana nanti teman teman DPR RI bisa membahas pariwisata untuk lebih komprehensif," Kata Dedie
Dedie juga menambahkan dengan kehadiran DPR RI ini merupakan sebuah kehormatan terlebih pihaknya dapat menyampaikan bahwa di tempat ini (Bumi Ageung Batutulis) ternyata bersanding dengan area yang di kelola oleh pemerintah pusat dalam hal ini BPK 7 atau Balai Pelestarian Kebudayaan 7 pusat kementrian kebudayaan.
"Jadi antara kebudayaan dan pariwisata tidak bisa lepas. Dengan adanya kunjungan ini mudah mudahan apa yang kami bangun juga di ikuti oleh kementerian kebudayaan sebagai bagian dari pada menunjang kepariwisataan dan memajukan kebudayaan," tuturnya.
Menurut Dedie apabila nanti sudah terintegrasi maka, pihaknya tidak akan segan segan untuk mengundang lebih banyak orang datang ke Bogor, karena ini merupakan tonggak sejarah Kota Bogor yang luar biasa dan ini bukan art visual ini asli bukan bikinan.
"Ini betul betul ada barangnya, ada prasasti nya ada ke sejarahannya kalau di biarkan saja tidak terpelihara dengan baik tentu kita sendiri akan rugi. Di daerah sini, di depan Museum Bumi Ageung Batutulis ada Istana Batutulis, di sebelah area ini ada 11 lokasi peninggalan benda purbakala, termasuk jaman kerajaan maupun jaman sejarah," tegasnya.