"Kalau yang rekrut travel resmi, kita gampang ngambil tindakan. Kalau yang rekrutnya oknum penipu, apalagi travel yang tidak jelas statusnya dan tidak resmi, ini yang sulit buat kita untuk menyelesaikan,” tegas Muslimin.
Baca Juga: Ketua PWI Jaya Siap Berangkat Umrah, Ajak Wartawan Jaga Semangat Ibadah dan Silaturahmi
Untuk mencegah praktik penipuan ini, Kemenag Bogor mengintensifkan sosialisasi dan imbauan melalui berbagai media.
“Makanya kita akan optimalkan pemberitahuan dan imbauan terkait tawaran-tawaran bodong di banner atau medsos harga umrah yang miring. kita harus dekati dan pastikan yang dia tawarkan masuk akal atau tidak dengan harga umrah segitu murahnya,” ucapnya.
Muslimin menekankan, peran kepala KUA di wilayah masing-masing juga sangat penting dalam melakukan pengawasan dan pembinaan agar masyarakat tidak terjebak penipuan.
“Artinya, para pengurus dan kepala KUA di wilayahnya masing-masing untuk peka mengurusi hal itu, untuk mengawasi dan melakukan pembinaan-pembinaan agar mereka para jemaah biar terjaga dari penipuan,” jelas dia.
Ia pun menambahkan, korban penipuan tidak hanya dari kalangan lansia, tetapi juga anak muda.
“Dari pengalaman yang pernah kita terima, semuanya mau itu masih muda ataupun lansia. Tidak ada batasan. Karena para jemaah diawali dari keinginan, dari sisi keuangan belum mencukupi, ada yang menawarkan harga murah lebih terjangkau, ya itulah makanya mereka tertarik. Karena itu bicara harga umrah di bawah Rp20 juta itu sudah tidak masuk akal,” tegas Muslimin.