BOGOR, CEKLISSATU.COM - Fenomena balap lari anak muda yang marak digelar di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, tercoreng oleh dugaan praktik taruhan yang dilakukan sejumlah penonton.
Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar yang akrab disapa Akew, menegaskan bahwa kegiatan yang viral tersebut bukan merupakan bagian dari agenda resmi yang difasilitasi pemerintah daerah.
Menurut Akew, indikasi adanya taruhan dalam kegiatan balap lari tersebut memang menjadi perhatian pihaknya karena berpotensi merusak nilai sportivitas olahraga.
“Saya menyadari bahwa indikasi adanya ajang taruhan dalam kegiatan balap lari jalanan merupakan fenomena yang patut diwaspadai. Meskipun biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh segelintir oknum penonton, tindakan tersebut mencoreng nilai sportivitas olahraga,” ujar Akew dalam keterangan tertulis. Jumat (6/3/26).
Baca Juga: 40 Pemuda di 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor Siap Taklukan Seven Summit 2026
Ia menjelaskan, sebagai langkah pencegahan, pihaknya telah memfasilitasi kegiatan balap lari secara resmi di dalam kawasan Stadion Pakansari.
“Kami telah memfasilitasi kegiatan balap lari ini secara resmi di dalam Gelora Pakansari, tujuannya adalah untuk mengakomodasi minat anak muda sekaligus memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, kondusif, serta terpantau sepenuhnya sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan jauh dari praktik negatif seperti taruhan,” jelasnya.
Namun demikian, Akew menegaskan bahwa kejadian yang viral di media sosial terjadidi luar area kegiatan resmi tersebut.
Comment