Menurut Jenal, kenaikan harga bahan pokok lazim terjadi pada momen-momen tertentu seperti Natal dan Tahun Baru, serta hari besar keagamaan termasuk menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.


“Hari Natal dan Tahun Baru pasti naik. Kemudian di hari-hari besar keagamaan termasuk menjelang Ramadan seperti sekarang, biasanya terjadi kenaikan karena kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat,” jelasnya.


Ia menilai tren kenaikan harga tahun ini relatif sama dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.


“Antara tahun sekarang dengan tahun kemarin kenaikannya mirip. Hanya bawang putih yang belum terlihat kenaikan, masih stabil. Stok insyaallah aman,” paparnya.


Meningkatnya aktivitas belanja juga membuat pedagang yang biasanya beroperasi pada malam hari kini membuka lapak hingga siang hari untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat.

Baca Juga: Jelang Puasa Harga Pangan Naik, Pengelola Pasar Cibinong Bogor Sebut Lonjakan Tak Seganas Tahun Lalu


Menjelang tiga hari sebelum puasa hingga mendekati Lebaran, Jenal memprediksi harga sejumlah komoditas masih berpotensi mengalami kenaikan.


Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan.


“Pesan kami kepada warga Kota Bogor, jangan panik buying. Belanja sesuai kebutuhan saja karena harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar insyaallah mencukupi, stoknya masih banyak,” tandasnya.