KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM - Inspektorat Kabupaten Bogor menegaskan bahwa proses audit investigasi terkait dugaan kasus rekening fiktif Posyandu di Desa Rawapanjang terus berjalan intensif. 

Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor, Arif Rahman, memastikan pemeriksaan terhadap Kepala Desa Rawapanjang kembali dilakukan pada pekan lalu.

Menurut Arif, audit investigasi ini membutuhkan ketelitian ekstra karena berkaitan dengan perhitungan potensi kerugian negara. 

Baca Juga: Laporan Dana Desa Rawapanjang Masuk ke Kejari Bogor, Dugaan Kasus Rekening Fiktif Posyandu Makin Menguat

Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menyelesaikan proses tersebut secepat mungkin.

“Kita sih pengennya sebelum akhir tahun, targetnya sebelum Desember sudah selesai,” kata Arif kepada Ceklissatu.com, Sabtu (29/11/2025).

Arif menegaskan bahwa audit tidak bisa dilakukan secara terburu-buru, mengingat setiap detail harus dihitung dan dicocokkan dengan data pendukung.

"Ini kan audit investigasi jadi harus bener-bener dihitung kerugiannya,” jelas dia.

Baca Juga: Inspektorat Kabupaten Bogor Sudah Dua Kali Periksa Kades Rawapanjang, Audit Investigasi Terus Didalami

Diketahui, dugaan adanya rekening fiktif yang digunakan untuk menampung dana hingga ratusan juta rupiah membuat Inspektorat Kabupaten Bogor turun tangan melakukan pemeriksaan mendalam.

Informasi yang beredar menyebutkan, praktik tersebut dilakukan melalui pembukaan rekening atas nama sejumlah ketua Posyandu. 

Para ketua awalnya diminta membuka rekening untuk keperluan administrasi pencairan dana kegiatan. 

Baca Juga: Kasus Rekening Fiktif Posyandu Kades Rawa Panjang Menggantung, Sekda Kabupaten Bogor: No Komen

Namun, setelahnya mereka diminta kembali membuat rekening baru dengan alasan rekening pertama “tidak jadi digunakan”. 

Belakangan, terungkap bahwa rekening lama masih aktif dan menjadi tempat aliran dana yang mencapai sekitar Rp650 juta.

Inspektorat menegaskan proses sedang dalam tahap finalisasi pemeriksaan, dan pihaknya berupaya memenuhi target penyelesaian sebelum akhir tahun 2025.