Mengenai kemungkinan perubahan kondisi baku mutu air yang diduga dipengaruhi oleh keberadaan ikan sapu-sapu, Dedie mengaku belum mengetahui secara pasti.
“Saya tidak paham teknisnya. Yang pasti, baku mutu air itu ada perhitungannya. Saya khawatir keliru jika menjelaskan terlalu jauh,” ujarnya.
Menanggapi isu metode pemusnahan ikan sapu-sapu yang sempat menjadi sorotan di Jakarta, Dedie menyatakan pihaknya akan berhati-hati dan mempertimbangkan aspek etika serta aturan yang berlaku.
Baca Juga: Sempat Terjadi Kelangkaan, Wali Kota Bogor Pastikan Stok Minyakita Kembali Normal
“Kita akan belajar dari pengalaman. Ini juga hal baru bagi kami. Bagaimanapun, ini makhluk hidup, sehingga ada tata cara yang harus diperhatikan dalam proses penanganannya. Nanti akan kita kaji lebih lanjut,” katanya.