Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyoroti ketimpangan pembangunan di wilayah barat Kabupaten Bogor, khususnya Desa Malasari yang disebut sebagai titik awal sejarah Bogor namun belum menikmati pembangunan secara optimal.

“Jangan titik awal Bogor berdiri menjadi titik paling belakang perkembangan Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Rudy turut menyampaikan pesan kepada perusahaan dan pihak terkait yang memiliki kawasan lahan besar di wilayah tersebut, seperti PT Aneka Tambang, PT Sumi Asih, serta Taman Nasional Gunung Halimun Salak, agar mendukung pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan di Malasari.

Ia menegaskan, pembukaan akses jalan menuju wilayah tersebut bukan semata untuk kepentingan perusahaan, melainkan demi membuka keterisolasian masyarakat agar lebih mudah mendapatkan pelayanan dasar.

Baca Juga: HJB ke-544 Digelar di Titik Awal Sejarah Bogor, Rudy Susmanto Soroti Ketimpangan Pembangunan Malasari

“Kami ingin anak-anak kami bisa sekolah. Kami ingin anak-anak SMP sekolah seminggu bukan cuma dua kali, anak-anak SMA sekolah seminggu bukan cuma tiga kali,” ungkapnya.

Rudy bahkan memastikan Pemerintah Kabupaten Bogor siap membangun sekolah apabila persoalan lahan dapat diselesaikan.
Menurutnya, pembangunan pendidikan menjadi investasi paling penting untuk masa depan Desa Malasari.

“Kalau kita membangun sekolah hari ini, maka 10-20 tahun ke depan SDM-nya akan tumbuh dengan baik dan Desa Malasari harus bisa lebih maju daripada desa-desa lain di Kabupaten Bogor,” tandasnya.