“Karena kami percaya, kebangkitan yang besar itu justru dibangun dari fondasi-fondasi yang sederhana. Dari kehidupan yang tenang, perut yang kenyang, dan hati yang lapang,” kata Rudy Susmanto.
 
Rudy Susmanto menambahkan, dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa. 

Dan dalam semangat itu, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai kompas utama Kebangkitan Nasional. Delapan misi besar, untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar terasa di tengah kehidupan rakyat.

Baca Juga: Wabup Bogor Jaro Ade Apresiasi SMK Plus PGRI 1 Wadahi Siswa SMP Turnamen Futsal se-Jabodetabek
 
“Mari kita jaga kebangkitan ini dengan semangat yang sama seperti akar pohon yang menembus tanah. Perlahan tapi pasti, tak selalu terlihat, namun kokoh menopang kehidupan,” ujar Rudy Susmanto.
 
Rudy Susmanto menuturkan, sesungguhnya kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama.
 
“Mari melangkah bersama, dengan langkah yang tenang namun penuh keyakinan, menuju Indonesia yang lebih kuat, lebih adil, dan lebih beradab,” pungkas Rudy Susmanto.

Hadir pada upacara tersebut, Direktur Politeknik Siber dan Sandi Negara, Laksamana Pertama (TNI) Ir. Arnoldus Triono, Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor;