
Gangguan kesehatan jiwa, lanjutnya, bisa disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal mencakup perubahan kondisi fisik, perjalanan hidup, hingga tekanan pekerjaan.
Sedangkan faktor eksternal bisa berupa konflik keluarga, tekanan sosial, hingga bencana alam.
"Sehat jiwa dalam segala situasi berarti kemampuan seseorang untuk tetap tangguh menghadapi tekanan, baik dari dalam diri maupun lingkungan," imbuhnya.
Dinkes Kota Bogor juga mendorong penerapan P3LP (Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis) yang bisa dilakukan oleh masyarakat, bahkan non-tenaga kesehatan.
Konsep P3LP meliputi memperhatikan gejala psikologis dan situasi sekitar, mendengarkan secara empatik, serta menghubungkan individu dengan tenaga profesional yang dapat membantu lebih lanjut.
Baca Juga: Cegah Campak Sejak Dini, Dinkes DKI Tekankan Pentingnya Imunisasi dan Hidup Bersih
"Jika seseorang mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan, segera lakukan P3LP. Bila masalah terus berlanjut, jangan ragu mencari bantuan profesional," terang dr. Retno.
Dinkes Kota Bogor berkomitmen memperkuat layanan kesehatan jiwa di fasilitas primer seperti puskesmas dan rumah sakit, melalui kolaborasi lintas sektor serta jejaring masyarakat.
"Kami terus mengedepankan upaya promotif, preventif, dan edukasi publik. Literasi kesehatan mental harus menjadi budaya agar masyarakat lebih peduli dan tanggap," tegasnya.
Baca Juga: Cegah Kematian Bayi Baru Lahir, Dinkes Kabupaten Bogor Sarankan Periksa Kehamilan Secara Teratur