BOGOR, CEKLISSATU.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh SPPG Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, terhenti sejak 22 Desember 2025.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Ceklissatu.com, terdapat lima sekolah yang masuk dalam cakupan distribusi MBG oleh SPPG Cijujung, yakni SDN Cimandala 03, SDN Cijujung 02, SDN Pasirlaja 03, SDN Cijujung Tengah, dan TK Alamanda. 

Hingga kini, distribusi MBG ke sekolah-sekolah tersebut belum kembali berjalan.

Baca Juga: Orang Tua Wali Murid Keluhkan Menu MBG di SDN 01 Cijujung Dinilai Tidak Layak, Ini Kata Dinkes Kabupaten Bogor

Dedi Sumaji, guru di SDN 03 Cimandala, yang menyebut bahwa penghentian distribusi dilakukan oleh pihak SPPG Cijujung melalui surat resmi.

“Terhentinya itu berarti per tanggal 22 Desember sampai saat ini,” ujar Dedi saat ditemui, Selasa (13/1/26).

Dedi menjelaskan, program MBG di SDN Cimandala 03 pertama kali berjalan pada 8 Desember dan sempat lancar hingga 22 Desember. Setelah itu, distribusi berhenti tanpa kejelasan waktu berlanjut.

Baca Juga: Menu Hari Pertama Makan Bergizi Gratis di SDN Cijujung 01 Sukaraja, Sajikan Soto Daging hingga Sayuran

Ia mengatakan, distribusi dijanjikan kembali berjalan pada 12 Januari. 

Namun sehari sebelumnya, sekolah justru menerima surat pemberhentian.

“Memberikan surat pemberitahuan bahwa ada pemberhentian sementara untuk dalam waktu yang tidak bisa ditentukan,” kata Dedi.

Baca Juga: Rp335 Triliun untuk MBG di 2026, Presiden Prabowo Tak Toleransi Kesalahan Teknis

Di SDN Cimandala 03, Dedi menyebut, total 688 siswa kelas 1 hingga kelas 6 terdampak langsung akibat terhentinya program tersebut.

Kemudian, Dedi mengeluhkan bahwa penghentian MBG memicu pertanyaan dari siswa maupun orang tua murid, terutama karena sekolah lain di sekitar masih menerima distribusi.

“Ada juga yang orang tua murid yang langsung bertanya, kenapa kok di SD Cimandala 03 diberhentikan,” katanya.

Baca Juga: Libur Sekolah Tak Boleh Hentikan MBG, Gizi Anak Kebutuhan Dasar Negara

Dedi berharap persoalan itu segera diselesaikan karena menyangkut tujuan utama program MBG.

“Yang namanya untuk peningkatan gizi ke anak dengan tersendatnya ini, mau gimana peningkatan gizi anak bisa tercapai,” sindir dia.

Ia menilai penghentian dalam waktu lama berdampak serius.

Baca Juga: Mobil Pengangkut MBG Tabrak Siswa dan Guru di SDN Kalibaru 01 Cilincing Jakarta Utara

“Kalau mungkin sehari dua hari nggak masalah. Kalau ini udah hampir sebulan, jelas terganggu,” tandasnya.