Meski demikian, Dedie mengakui masih terdapat tantangan besar dalam pengembangan koperasi, terutama terkait pemahaman masyarakat terhadap koperasi sebagai badan usaha.
Menurutnya, masyarakat masih lebih mengenal bentuk usaha seperti perseroan terbatas (PT) atau commanditaire vennootschap (CV), padahal koperasi juga memiliki peran strategis sebagai soko guru perekonomian nasional.
"Tantangan terbesar adalah bagaimana membangun kesadaran masyarakat bahwa dunia usaha itu bukan hanya PT atau CV, tetapi koperasi juga bisa menjadi salah satu soko guru perekonomian bangsa. Caranya dengan bersatu, berkumpul, memiliki tujuan bersama, dan menghasilkan dampak bagi perekonomian. Karena itu, penyadaran kepada masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi sangat penting," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedie juga mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bogor bersama Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor.
Ia menyebut Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang menyusun buku panduan bagi Koperasi Merah Putih sebagai pedoman pengelolaan koperasi.
"Pemkot Bogor bersama Dinas Koperasi UMKM Dagperin bekerja sama dengan Dekopinda menyusun buku panduan untuk koperasi. Ini akan sangat memudahkan masyarakat dalam mengelola koperasi," katanya.
Selain itu, pada momentum Hari Koperasi ke-79 juga diluncurkan aplikasi Simaksel yang diharapkan mampu mempermudah tata kelola koperasi secara digital, termasuk pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
"Hari ini kita juga meluncurkan aplikasi Simaksel. Aplikasi ini memudahkan tata kelola perkoperasian. Misalnya pelaksanaan RAT, bagi anggota yang sedang berada di luar Kota Bogor tetap bisa mengaksesnya melalui website Dekopinda. Dengan begitu, pengelolaan koperasi menjadi lebih mudah dan modern," pungkas Dedie.