"Personel TRC siaga 24 Jam, semua turun ke lapangan saat bencana. BPBD Kabupaten Bogor mengerahkan 100 personel TRC yang telah dibekali perlengkapan lengkap, mulai dari helm, jas hujan, hingga perahu karet," bebernya.
“Amanat pak kepala pelaksana, bila terjadi bencana besar, semua anggota wajib turun ke lapangan. Kami harus siap diterjunkan kapan pun untuk penanganan darurat," lanjutnya.
Diketahui, saat ini BPBD memiliki lima perahu karet yang siap digunakan, dan akan ditambah menjadi 20 unit untuk menghadapi potensi banjir di wilayah hilir dan bantaran sungai.
Selain itu, setiap kejadian bencana seperti angin puting beliung, pohon tumbang, atau kebakaran, BPBD selalu berkolaborasi cepat dengan Damkar, mengingat hambatan pohon tumbang di jalan atau korban tertimpa membutuhkan penanganan segera.
Ia menyebutkan, saat ini 24 kecamatan di Kabupaten Bogor masuk kategori rawan bencana hydrometeorologi. Meski demikian, BPBD tidak menutup kemungkinan kecamatan lain pun memiliki potensi serupa. Koordinasi dengan berbagai SKPD seperti Dinsos, Dinkes, Damkar, serta instansi lain berjalan sangat cepat.
“Melalui WhatsApp saja kami langsung bergerak bersama di lapangan untuk mempercepat penanganan bencana,” tegas Dedy.