Ia menambahkan, penutupan tambang ini menjadi momentum bagi pemerintah provinsi untuk menata kembali tata kelola pertambangan agar lebih berkeadilan bagi semua pihak.
“Jadi jangan hanya pengusaha tambangnya yang kaya, tapi masyarakatnya harus sejahtera,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Acep Wawan, Project Manager PT Tri Manunggal Karya selaku kontraktor pelaksana proyek Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) mengungkapkan bahwa sejak diberlakukannya penutupan tambang, pihaknya mengalami kesulitan untuk memperoleh material pembangunan.
“Dengan keputusan Bapak Gubernur itu semua bahan baku atau bahan materialnya itu kan ada penutupan, sehingga kami terjadi kesulitan bahan baku, dan dampaknya terhadap pelaksanaan kami juga progres agak tersendat,” kata dia, Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, hingga saat ini pihak kontraktor belum mendapat kejelasan sampai kapan penutupan tambang di wilayah sekitar akan berlangsung.
“Kami sendiri belum dapat ada keputusan seperti apa dan sampai kapan ya penutupan kuari-kuari yang ada di Bogor sekitarnya itu,” imbuhnya.