KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi keluhan sejumlah kontraktor yang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan material bangunan setelah penutupan sejumlah tambang di wilayah Kabupaten Bogor. 

Dedi Mulyadi menegaskan, kebijakan penataan tambang tersebut bukan tanpa alasan, melainkan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat di sekitar area tambang yang selama ini belum merasakan manfaat ekonomi yang adil.

“Ya kalau mengeluh kan pasti ada, tapi kan ada wilayah yang bukan hanya di situ, kan kita kalau hanya dengar keluhan satu orang tanpa mempertimbangkan keluhan ribuan orang kan nggak adil jadi pemimpin,” ucap Dedi Mulyadi, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga: Dedi Mulyadi Sindir Ketimpangan di Sektor Tambang: “Yang Kaya, Kaya Banget, yang Miskin, Miskin Banget”

Dedi menuturkan, pihaknya kini tengah merumuskan langkah konkret untuk mencari solusi atas dampak kebijakan tersebut.

“Solusinya lagi kita rumuskan rekomendasi dari dirteknis, solusinya seperti apa, rumusannya seperti apa,” jelasnya.

Menurut Dedi, selama ini aktivitas tambang memang menghasilkan banyak keuntungan bagi pelaku usaha, termasuk suplai material untuk proyek infrastruktur besar. Namun, di sisi lain, warga sekitar tambang justru hidup dalam kondisi yang memprihatinkan.

Baca Juga: Gubernur Jabar Serahkan Bantuan Kompensasi ke Warga Terdampak Penutupan Tambang di Kabupaten Bogor

“Artinya gini, selama ini mendapat cor bangunan bagus, bangunan megah, tapi kan melahirkan kesengsaraan bagi masyarakat, nah saya ingin, masyarakat di sekitar tambang ini sejahtera, nggak kayak sekarang, tiap hari cuma dapet 60 ribu. Kan ini harus segera dibenerin penataan ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, penutupan tambang ini menjadi momentum bagi pemerintah provinsi untuk menata kembali tata kelola pertambangan agar lebih berkeadilan bagi semua pihak.

“Jadi jangan hanya pengusaha tambangnya yang kaya, tapi masyarakatnya harus sejahtera,” tandasnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tutup Tambang di Kabupaten Bogor, Kontraktor Jalan Bomang Kesulitan Dapat Bahan Material

Diberitakan sebelumnya, Acep Wawan, Project Manager PT Tri Manunggal Karya selaku kontraktor pelaksana proyek Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) mengungkapkan bahwa sejak diberlakukannya penutupan tambang, pihaknya mengalami kesulitan untuk memperoleh material pembangunan.

“Dengan keputusan Bapak Gubernur itu semua bahan baku atau bahan materialnya itu kan ada penutupan, sehingga kami terjadi kesulitan bahan baku, dan dampaknya terhadap pelaksanaan kami juga progres agak tersendat,” kata dia, Kamis (30/10/2025).

Menurutnya, hingga saat ini pihak kontraktor belum mendapat kejelasan sampai kapan penutupan tambang di wilayah sekitar akan berlangsung.

Baca Juga: Erick Thohir dan KDM Kick Off Liga 4 Piala Gubernur Jawa Barat 2025 di Garut, Makin Membuka Talenta Daerah

“Kami sendiri belum dapat ada keputusan seperti apa dan sampai kapan ya penutupan kuari-kuari yang ada di Bogor sekitarnya itu,” imbuhnya.