KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor angkat suara setelah pernyataan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang menyebut Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin terbesar di Indonesia.
Menurut data BPS, penduduk miskin terbesar dan paling tinggi ditempati Kabupaten Bogor dengan jumlah 401,86 ribu jiwa, data tersebut dipaparkan oleh Maruar Sirait dalam rapat kerja di Komisi V DPR RI pada Rabu (19/11/2025) kemarin.
Menjawab sorotan itu, Pemkab Bogor menyampaikan data terbaru tahun 2025 yang menunjukkan penurunan kemiskinan, bahkan berada di bawah rata-rata Jawa Barat maupun nasional.
Baca Juga: Menuju Industri Olahraga Mandiri, Kemenpora Gandeng Bappenas dan BPS Susun Indikator Strategis
Persentase penduduk miskin Kabupaten Bogor pada 2025 tercatat 6,25 persen, turun dari 7,05 persen.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji menegaskan, konteks jumlah mutlak penduduk miskin perlu dilihat secara proporsional.
Ia menjelaskan, besarnya jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang ditaksir melampaui 6 juta jiwa secara otomatis membuat angka absolut penduduk miskin terlihat besar dibanding kabupaten/kota lain, termasuk dalam data yang disampaikan Kementerian PKP.
Baca Juga: Kepala BPS Tengok SPPG Bosowa Bina Insani, Ini yang Dilihat
Meski demikian, menurut Bambam, angka kemiskinan Kabupaten Bogor justru lebih rendah dari rata-rata Provinsi Jawa Barat yang berada di 7,46 persen dan angka kemiskinan nasional di 9,63 persen.