Penanganan seperti mitigasi tekanan darah atau menjaga gula darah bisa menghindarkan perkembangan penyakit tidak menular menjadi penyakit tak menular  katastropik. 

Ratusan warga, terutama para ibu, kader posyandu, dan pelajar, antusias mengikuti kegiatan yang digelar dalam acara tersebut. 

Baca Juga: Pidato Presiden Prabowo di PBB, Nurul Arifin: Teguhkan Politik Bebas Aktif Indonesia

Ravindra Airlangga juga menjelaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan. 

“Pola makan sehat, sanitasi yang baik, serta edukasi gizi adalah bahan utama untuk menekan angka stunting. Program seperti MBG adalah langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang dan perbaikan gizi anak,” ujarnya.

Ravindra Airlangga juga mengapresiasi capaian Kabupaten Bogor yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan. 

Baca Juga: Program MBG Jangkau 36,2 Juta Orang, Presiden Prabowo: Indonesia Mampu Beri Makan Tujuh Singapura

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Kabupaten Bogor turun menjadi sekitar 7,59 persen, dari sebelumnya 27,6 persen pada 2023.