“Yang harus diperhatikan adalah etika AI. Keseimbangan harus tetap dijaga, karena kalau kita hanya mengandalkan alat tanpa mengedepankan potensi manusia, dikhawatirkan justru manusia akan terpinggirkan,” ungkapnya.

Ia berharap pelaku UMKM di Bogor dapat menjadikan teknologi sebagai alat untuk memperkuat kreativitas dan daya saing.

“Manusia harus dijaga, tapi jadikan teknologi ini perangkat yang memberi kemanfaatan optimal. Potensi kreator, UMKM, dan kalender kegiatan di Bogor ini luar biasa besar,” lanjut Yovie.

Dengan optimisme tinggi, Yovie yakin kemajuan teknologi dapat membawa UMKM Bogor ke tingkat global.

“Dengan AI dan teknologi, jadikan ini sebagai pemicu untuk memperbesar kapasitas agar mendunia. Saya yakin dengan semangat Pak Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan masyarakatnya, potensi Bogor bisa mendunia,” tutup, Yovie.